Suami Warisan
“Bukan itu.”
“Ya?”
“Saya tidak butuh uang, saya butuh energi.”
Rengganis mengerjapkan matanya kaget. Ah, kenapa dia bisa lupa soal itu?
“Energi, ya?” gumamnya. Matanya mengerling ke sekeliling, seketika otaknya menyala terang oleh ide, “Ah! Nanti ada after-party setelah acara selesai. Kamu bisa datang dan pesta bareng cewek-cewek cantik nan seksi. Kamu bisa ambil energi mereka sebanyak-banyaknya. Pastinya mereka klepek-klepek sama kamu, Naren!”