Gadis Desa Kesayangan Tuan Muda Kejam
Di dalam apartemen yang luas namun sepi, hanya ada suara detak jam dinding yang terdengar, seakan menjadi pengingat waktu yang terus berjalan tanpa henti.
Christian duduk sendirian di sofa ruang tamunya, dengan gelas wine di tangan yang sudah hampir kosong. Wajahnya yang tampan tampak murung, matanya menerawang ke kejauhan, tenggelam dalam pikirannya sendiri. Sesekali, ia menyesap wine, mencoba mencari ketenangan dalam rasa pahit dan hangat yang mengalir di tenggorokannya, namun sia-sia. Pikirannya terus berputar, merenungkan setiap kata yang pernah diucapkan Shane dan Moon. Kata-kata mereka, yang kini terngiang-ngiang di kepalanya, mengguncang keyakinannya.
Sikat na Kabanata