Racun Mertua
Mungkin benar, aku cemburu, karena aku mulai mencintai Pak Rezi.
"Apa semua perempuan memang seperti kamu ini, Mir? Selalu dengan mudah mengambil kesimpulan sendiri dan sangat sulit mendengar penjelasan orang lain? Dengar kan saya baik-baik. Waktu itu saya memang mau melamar, tapi bukan melamar Kencana. Saya mau melamar perempuan lain, tapi batal," ujar Pak Rezi yang membuatku membulatkan mata, "perempuan itu sudah pergi tanpa pamit dan sangat sulit dihubungi. Kini, perempuan itu berdiri dihadapan saya."
Hot Chapters