IBUKU PELAKOR
Aku menunjuk isi diary Bunda.
"Apa menurut Abang ini kebetulan? Tak ada kebetulan yang sesempurna ini Bang. Diary itu biasanya sifatnya rahasia. Tapi Abang lihatkan, apa yang ditulis di diary ini, dengan tulisan di novel ini, sama persis," jelasku dengan semangat.
Mata Bang Dion berulangkali memperhatikan isi diary dengan tulisan yang ada di hapeku. Lalu dia menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, tampak tertegun dengan fakta yang kutunjukkan.