Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jerat Sang Model

Jerat Sang Model

"Salahkah rasa cintaku padamu, Ga?" tanya Ressi pada dirinya sendiri. "Benarkah kamu mencintaiku, Re?" tanya pria yang tiba-tiba mendekatkan wajah padanya. "Ish, apa yang kamu katakan Arga?" Bukannya tersipu malu, Ressi malah kesal pada pria itu. "Tadi kamu bilang 'salahkah rasa cintaku padamu,Ga'. Jadi benarkah kamu mencintaiku?" tanya Arga menuntut.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai resensi tentang kamu
Baca
+Pustaka
I. Tulisan Untuk Orick: Dunia Merah Jambu

I. Tulisan Untuk Orick: Dunia Merah Jambu

Mengeluarkan isi dari tentengan kresek yang dia bawa. "La?" "Oiy?" Dia memberikan senyum yang paling manis. Beda sekali dengan bayangan yang tadi kulihat. "Kenapa? Lo terpesona sama gue?" Decakan dari mulutku adalah respon yang tidak enak dari celetukannya. Ini membuktikan bahwa aku berada dalam kehidupan yang harus kupijak. Sifat rese Kamala, tingkat percaya dirinya yang semakin hari semakin meningkat, serta kelakuannya yang selalu usil. Ah, bajingan. Dia 11-12 dengan Orick. Bagaimana bisa seorang wanita terlihat seperti preman penggoda? Dia mencolek dagukku sembari mengedipkan sebelah matanya. Yang refleks aku muntah mendadak.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai resensi tentang kamu
Baca
+Pustaka
PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

“Kamu dari tadi diem aja. Nulis apa bengong, Sayang?” “Dua-duanya,” jawab Qalesya jujur. “Aku lagi stuck di bagian komitmen. Secara teori aku paham… tapi kok pas ditulis, rasanya kosong.” Wafa duduk di depannya. “Mungkin karena kamu kebanyakan baca buku, kurang ngelihat sekitar.” Qalesya mengangkat alis. “Maksudnya?”
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai resensi tentang kamu
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

"Aku belum membaca bukunya. Aku pikir Pandhu dan Susan akan memiliki hubungan cinta-benci dan akhirnya berakhir bahagia, tapi teman sekamarku yang kutu buku itu merusaknya. Mengapa dia harus mati, ahhhh!" Melihat sebagian besar ulasan positif di I***a, Senja merasa terkejut dan terharu. Komentar-komentar tersebut bukan hanya pujian kosong, tetapi juga berisi apresiasi yang mendalam terhadap karakternya dan bagaimana ia membawa Susan hidup di layar. Ia merasakan kelegaan dan kepuasan yang mendalam. Sepertinya, keputusan Senja untuk keluar dari industri hiburan dengan film ini adalah keputusan yang tepat. Netizen akan mengingatnya dengan penampilan yang luar biasa, bukan dengan skandal yang ti
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai resensi tentang kamu
Baca
+Pustaka
Kami Yang Kau Buang

Kami Yang Kau Buang

Sahut bu Anisa ketus. "Astaghfirullahhal'azim! Pak Rasyid terkejut tiba-tiba saja dadanya terasa nyeri, napasnya tercekat. Pak Rasyid bersandar di sandaran kursi. "Apakah benar begitu, Tia?" Gurat kekecewaan nampak jelas diwajahnya. Tia anak kesayangannya, anak yang selalu ia bangga-banggakan karena keimanannya.
8.733.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 975 kali sebagai resensi tentang kamu
Baca
+Pustaka
Damian&Kimberly

Damian&Kimberly

“Kau terlalu memujiku, Kim. Aku tidak sesempurna yang kau pikir.” “Well, tapi kau adalah brand ambassador di perusahaanku. Laporan yang aku dapatkan, setiap kali kau menjadi bintang iklan di produkku, maka produk kecantikanku selalu laris terjual. Kau memiliki banyak sekali fans yang mengagumimu. Percayalah, Jennisa. Kau sangat bernilai. Kau berharga. Kau berhak mendapatkan yang terbaik.” Kimberly mengatakan dengan sangat tulus.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai resensi tentang kamu
Baca
+Pustaka
Luka Itu Bernama Kamu

Luka Itu Bernama Kamu

Dikasih dulu ya Sekar: Kalau urusan aku kelar, aku langsung pulang Sekar menatap layar lama. Jantungnya berdegup cepat. Dari arah tangga, Sandra datang menghampiri. Sekar menarik napas. “Mbak Sekar tahu kan aku suka sama Kak Arga?” “Iya.” “Mbak tahu juga kan Mama nggak akan pernah merestui kalian?”
587 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai resensi tentang kamu
Baca
+Pustaka
Kamu Hidup, Tapi Bukan Untukku Lagi

Kamu Hidup, Tapi Bukan Untukku Lagi

"Ibu ini ibu kandung kalian! Ibu mengandung kalian selama sembilan bulan, bertaruh nyawa demi melahirkan kalian! Ibu yang menyusui kalian pertama kali, mengajari kalian mengucapkan kata pertama, melangkah untuk pertama kalinya! Ibu bekerja keras karena ingin memberikan kehidupan terbaik untuk kalian! Sebenarnya apa salah Ibu sampai kalian begitu membenci Ibu ... hingga tega pakai serbuk sari untuk membunuh Ibu?" Makin dia bicara, makin dia emosional. Air matanya tumpah ruah, bercampur aduk dengan rasa patah hati dan putus asa. "Itu cuma kecelakaan." Dimas membela diri dengan suara lirih.
9.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai resensi tentang kamu
Baca
+Pustaka
Kamu adalah takdirku

Kamu adalah takdirku

"Ya sudah terserah kamu. Tapi kalau aku mengetuk dan memerlukan pertemuan, kamu tetap mau kan?" "Tergantung. Asal tidak ada komentar mengenai kehidupan aku." Diana menghela napasnya kasar. Baru kali ini ia melihat reaksi berlebihan dari Bramantyo. Tak ada yang salah dengan kata-katanya, mungkin ia yang terlalu sensitif. Di sisi lain, Bramantyo merasa ada yang berubah dengan kehidupannya. Namun ia bingung, apa yang membuatnya berubah.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai resensi tentang kamu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status