Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Manis sang Pewaris

Istri Manis sang Pewaris

Vincent mengatakan maksud kedatangannya kemari. “Baik, barusan saya juga sudah mendengarnya dari asisten saya,” ucap Kalil, “jadi, seniman yang mana yang Anda maksud, Pak Vincent?” Vincent menunjukkan foto di layar ponselnya. Foto sebuah lukisan pantai dengan langit berwarna jingga saat matahari terbenam. “Pelukisnya Jingga Thania? Benar?” Kalil mengangguk. “Benar. Dia seniman paling berbakat di sini. Setiap hasil lukisan yang dia ciptakan tidak pernah mengecewakan,” puji Kalil dengan semangat.
10220.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.4K kali sebagai review imah seniman
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Valenka Lamsiam
seru banget sama alur ceritanya. tegangnya dapet. bapernya dapet.pokonya bisa bikin nangis,marah,senyum² sendiri juga kadang bikin ngakak. selalu bikin kangen nunggu lanjutan up bab selanjutnya. suka banget sama karya kak Rosa Uchiyamana. i love you
eld
ini cerita termanis yg pernah aku baca sih. alurnya juga ga bertele tele, bener2 singkat, padat tapi sekali lagi manis. bahasanya juga enak dibaca, ga kaku dan santai gaya bahasa kita sehari hari yg buat baca jadi nyaman. big thanks to author udah buat cerita semanis ini ...️
Baca Semua Ulasan
Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer

Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer

Ia tahu jika Alvan dosen seni lukis, tapi ia tidak tahu jika suaminya juga seorang seniman. Ia tersenyum sambil mengamati satu persatu lukisan di sana. Semua lukisan Alvan menampilkan keindahan, kadang juga menampilkan tragedi sebuah peristiwa, ada juga yang menggambarkan alam. Semua karyanya memberi rasa untuk siapa saja yang melihat. “Romantisme,” gumam Thea sambil berdecak kagum.
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 576 kali sebagai review imah seniman
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Assassin Bimz
Ceritanya beda ama kisah ibu n kakaknya, tapi bikin betah buat baca terus. Alvan yang sok cool dan Thea yang random selalu bikin hidup suasana. Ada ketawanya, nangis juga ada gemesnya. Pokoknya best, deh.
Mila Sill Fitriani
Novel yang paling di tunggu dari emran dan widuro familly, semangat selalu yaa thor menulisnya, terima kasih sudah menciptalan karya yang bagus dan menghibur kami sebagai pembaca, alvan thea semoga tidak ada yang menggangu kalian lagi
Baca Semua Ulasan
Jebakan Istri Kontrak: Sang Pewaris Yang Terlupakan

Jebakan Istri Kontrak: Sang Pewaris Yang Terlupakan

Kritikus seni pun akan kesulitan menjawabnya. Alina menatap lukisan itu sejenak, lalu menatap Valerie dengan senyum yang ramah. Ia tidak akan masuk ke dalam perangkap itu. "Sejujurnya, Valerie," katanya dengan nada yang jujur dan sedikit merendah. "Saya tidak punya kualifikasi untuk memberikan analisis sedalam itu. Saya hanya tahu apa yang saya rasakan saat melihatnya." Ia berhenti sejenak. "Dan yang saya rasakan adalah energi yang luar biasa. Kacau, ya, tapi juga penuh dengan kehidupan. Itu membuat saya penasaran, bukan membuat saya merasa harus mengerti." Ia kemudian menoleh ke seorang pria tua berkacamata yang berdiri di dekat mereka, yang ia kenali dari risetnya sebagai kritikus seni pal
996 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai review imah seniman
Baca
+Pustaka
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

Mereka menawarkan kedamaian dan jawaban. Suasana di Karnaval kami, yang biasanya riuh rendah, menjadi lesu. Beberapa stan bahkan mulai membongkar, merasa kalah sebelum bertanding. "Ini tidak bekerja," bisap seorang seniman Sonus, meremas-remas tangannya. "Mereka menginginkan kesempurnaan. Kita tidak bisa memberikannya." Dia salah. Kami tidak bisa, dan seharusnya tidak, memberikan kesempurnaan. Tapi kami bisa menunjukkan mengapa ketidaksempurnaan itu berharga.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai review imah seniman
Baca
+Pustaka
Ranjang Perkawinan

Ranjang Perkawinan

Inah lalu mengusap air matanya yang beranak pinak. "Asal kamu tahu, nah. Badanmu itu lebih mulus dari pada badan Bening. Duh, kalau Bening itu banyak korengnya. Mana nggak kenceng lagi kayak kamu." Iman berusaha membujuk remaja ini supaya tidak marah lagi. "Apa iya, mas?" "Betul. Kamu dibanding Bening kayak langit dan bumi!" Inah langsung tersipu ketika mendengar pujian dari Iman. Ah, Inah serasa ingin terbang.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai review imah seniman
Baca
+Pustaka
Akupun Menandatangani Namanya

Akupun Menandatangani Namanya

Aku berdiri di ruang pameran seni paling mewah di Kota Bahana, memandang kerumunan kalangan elit Kota Lanisa. Setiap lukisan di sini aku yang pilih sendiri, mulai dari karya seniman baru yang berani hingga koleksi karya master tak ternilai harganya. “Sara, tempat ini luar biasa,” kata Jovanka Wistina, seorang produser Hawlan, sambil mengangkat gelas sampanye. “Kau benar-benar jago menilai barang seni.” “Terima kasih.” Aku tersenyum. “Aku percaya, seni seharusnya memberi harapan pada manusia. Bukan merampasnya.”
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai review imah seniman
Baca
+Pustaka
Sepuluh Tahun Terperangkap Di Pernikahan Yang Salah

Sepuluh Tahun Terperangkap Di Pernikahan Yang Salah

Richard menyodorkan gelas sampanye ke tanganku dan tersenyum hangat, “Kamu berhasil.” Aku menerima sampanye dan mendentingkan gelas dengannya. Lalu mendongak melihat lukisan minyak raksasa yang kuberi judul [Nirwana]. Di kanvas itu, seekor burung api terlepas dari kandang, sayapnya yang seperti api menembus kegelapan dan terbang menuju kebebasan. “Pak Richard, karya Bu Irene sungguh luar biasa,” ujar seorang kritikus memuji dengan tulus.
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai review imah seniman
Baca
+Pustaka
Bodyguard Muda Itu Ternyata Kaya Raya

Bodyguard Muda Itu Ternyata Kaya Raya

Dia ingin tahu lebih banyak tentang Kevan dari salah satu teman dekat sang tuan. "Iya, Pak Omar," jawab Martin membenarkan. "Semua gambar di under pass kota Tango itu Kevan yang gambar. Dia ikut komunitas para seniman gitu." Omar angguk-angguk. "Menarik," katanya. "Tadi saya denger Tuan Kevan memuji kecerdasan yang dimiliki Pak Gunawan. Padahal menurut saya, Tuan Kevan adalah seorang jenius sesungguhnya."
9.8128.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai review imah seniman
Tampilkan Ulasan (40)
Baca
+Pustaka
Master KidOO
Bab. 127-128. Citra Mr KidOO rusak sudah. Mr KidOO harusnya berdiri sendiri, baik hati, ramah, independen, dan tidak suka menjilat. Tapi, yaa sudahlah, Novel karya adikku. Dia yang mengatur semuanya. Sebagai Kakak yang baik hanya satu kalimat untuknya. “Lanjutkan. Novelnya bagus.”
Zoya Dmitrovka
Halo, Zoyaliciouz! Alhamdulillah, buku Bodyguard tamat hari ini. Thank you so much buat semua pembaca, Bang Nano, Kak Nismairmadiana, Kak KidOO, Bang Ovan, Bang Regazza, Bang Quden and semuanya. Zoya nggak bisa sebut satu-satu (≧⁠▽⁠≦) Kalian luar biasa dan kalianlah motivasi aku menulis.
Baca Semua Ulasan
Dua Tuan Tampan

Dua Tuan Tampan

"Tentu, Bima. Terima kasih banyak." Bima tersenyum, lalu melangkah keluar. Ia melambaikan tangan kecil sebelum benar-benar menghilang dari pandangan. Raina masih berdiri di sana, memegang kartu nama Bima. Ada rasa optimisme yang membuncah dalam dirinya. Bima Samudra. Seorang seniman yang ramah, rendah hati, dan yang paling penting, melihat bakat dalam dirinya. Ia adalah kebalikan total dari Arjuna Dirgantara, sang pewaris dingin yang hanya melihat seni sebagai prestise. Jika Arjuna adalah kegelapan yang misterius, maka Bima adalah cahaya yang hangat dan mengundang.
10962 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai review imah seniman
Baca
+Pustaka
IBLIS BERMATA BIRU ( Pembalasan Sang Hantu Digital )

IBLIS BERMATA BIRU ( Pembalasan Sang Hantu Digital )

Kehangatan palsu yang biasa ia tunjukkan kini lenyap, digantikan oleh intonasi yang lambat, datar, dan sarat akan ancaman sosiopat yang murni. "Seorang seniman sejati tidak pernah terpaku pada satu jenis medium, Tuan Penjaga," ucap Julian, suaranya merendah hingga ke titik yang paling intimidatif. "Tindakan kasarmu membekukan logistik saya tidak akan menghentikan proses kreatif yang sudah saya susun. Justru... kalian baru saja mempercepat tenggat waktunya." Reihan yang mendengarkan dari kursi kerjanya seketika menegakkan punggung, merasakan firasat buruk yang luar biasa hantaman dadanya.
865 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai review imah seniman
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status