Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Di Bawah Selimut Mr. Jaxx

Di Bawah Selimut Mr. Jaxx

Erica menjawab setelah menelan makanannya, “Itu adalah karya dari mahasiswa seni murni. Kami diberi tugas akhir berupa dua, pahatan dan lukisan, pahatan yang sempurna adalah pahatan berbentuk manusia, benda hidup dan bergerak, sedangkan lukisan adalah sesuatu yang indah dan hasil dari tuangan imajinasi. Saat aku akan melukis, dosen menyarankan gambar seperti itu, meski secara saksama berbeda, secara keseluruhan memang sama, dan karena itulah aku memilih membuat pahatan dari pada melukis.” Jaxx mengangguk-angguk, pantas saja Ana menemukan banyak lukisan bertema sama dan membuat bingung kemarin, ternyata ini jawabannya. “Apa Aganta tidak memamerkan karya mahal mereka? Bukankah ini waktu yang t
2.8K viewsCompletedAdded to Library 59 Times as review imah seniman
Read
+Library
Satu Malam Bersama Pengawal Tampan

Satu Malam Bersama Pengawal Tampan

Ela sekarang memegang peranan yang cukup krusial karena mereka sudah masuk dalam tahap marketing and promotion karena Mbak Rengganis dan tim telah berhasil mengkurasikan para seniman serta karya-karya mereka yang akan dipamerkan dalam kurun waktu tiga bulan mendatang. “Terakhir informasi dari seniman kita gimana? Mereka setuju nggak dengan rencana akhir kita untuk plan marketing? Kontennya di acc nggak? Biasanya mereka kan punya artistic value sendiri dan suka rempong ya kalau nggak align dengan brand dan citra karya seni mereka,” ujar Mbak Rengganis dalam memimpin rapat teknikal terakhir yang diselenggarakan hari ini. Ela menanggapi dengan serius. Menangguk dan kemudian menggerakkan kursor
108.3K viewsOngoingAdded to Library 215 Times as review imah seniman
Read
+Library
Kisah Terlarang di Bawah Bayangan Takdir

Kisah Terlarang di Bawah Bayangan Takdir

sambungnya. Ibu Arga, seorang wanita yang elegan dan berhati lembut, mengucapkan pujian yang sama. "Karya-karya ini indah dan menginspirasi," katanya. "Saya menghargai ketajaman imajinasi dan ketulusan yang terpancar dari lukisan-lukisanmu."
633 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as review imah seniman
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Ia menunjukkan bahwa retakan-retakan dan kegagalan mereka justru membuat mereka lebih indah dan berharga. "Seni bukan tentang mengikuti aturan kalian!" teriak Nara, suaranya memancarkan energi emosi yang sangat kuat. "Seni adalah tentang bagaimana ia membuat seseorang 'Merasakan' sesuatu! Dan kau, High Reviewer, telah lupa bagaimana caranya merasa!" Nara menyentuh jantung The High Reviewer dengan penanya, menyuntikkan satu tetes 'Empati Murni' ke dalamnya.
912 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as review imah seniman
Read
+Library
Hush! No Drama Allowed

Hush! No Drama Allowed

Pernah bermain catur? Bagaimana rasanya ketika rajamu terpojok? Ya, kurang lebih seperti itu lah rasanya ketika atasanmu mematahkan argumenmu. Skakmat! Selepas subuh tadi aku membuka akun instagramku. Ada satu direct message dari Mbak Winda yang mengingatkanku untuk segera ke JNM sebelum pameran yang digelar di sana berakhir seminggu lagi. Dia bilang aku harus melihat lukisan utama Sam yang dipamerkan di sana. Pesan itu diakhiri dengan tiga tanda seru yang membuatku benar-benar penasaran. Sebenarnya lukisannya sebagus apa sih? Apa spesialnya lukisan Sam yang ini dibandingkan dengan lukisannya yang lain?
103.5K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as review imah seniman
Read
+Library
NIGHTMARE

NIGHTMARE

Entah kenapa matanya sulit terpejam mengingat bagaimana perlakuan manis Reviline kepadanya. "Ah, aku sudah gila." Lirihnya lalu memilih berkeliling seperti pengunjung lainnya. Banyak sekali lukisan yang di pamerkan dari berbagai aliran bahkan beberapa pelukis terkenal terlihat datang kemari untuk memberi penilaian untuk setiap karya seni yang dipamerkan. Jika memang nanti sudah mencapai kesepakatan bersama nantinya lukisan yang paling banyak diminati para pengunjung akan dilelang di suatu acara amal.
9.93.0K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as review imah seniman
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

"Kukira Senja akan menjadi orang pertama yang tereliminasi." "Tak disangka. Sebagai seorang ahli sains, cadangan puisinya juga tidak sedikit..." Pada hitungan ke seratus desimal, seniman tari Ira tersenyum dan berkata, "Saya tidak bisa memberikan jawaban lagi. Kalian lanjutkan." Kini, tinggal Christopher, wakil presiden dari Perkumpulan Puisi Ibu Kota, ahli kaligrafi dan lukisan Matt, serta para saksi, Senja dan Leia.
3.1K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as review imah seniman
Read
+Library
Imam Tak Sempurna

Imam Tak Sempurna

Karena itu ia tanpa sadar menatap manik cokelat madu itu sedikit lama. "Ah, mungkin hanya mirip. Warna matanya saja beda. Dan lagi, Mas Alvin buta dan lumpuh, sementara pria ini terlihat begitu sempurna," batinnya membandingkan. "Astaghfirullah," lirihnya kala menyadari apa yang sudah ia lakukan. Membandingkan suaminya dengan lelaki lain. Zahra menggelengkan kepala berkali-kali kala bayangan suaminya yang menatap kosong melintas di kepalanya. Seketika ia teringat pesan sang imam agar tidak terlalu lama dan langsung pulang setelah urusannya selesai.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as review imah seniman
Read
+Library
Pura-pura Bukan Bangsawan

Pura-pura Bukan Bangsawan

Mulai realisme, naturalisme, romantisme, impresionisme, ekspresionisme dan masih banyak lagi. Touya dan Kyo yang memang sangat menganggumi seni, melihat secara teliti dan mengagumi beberapa karya lukis para murid. Sedangkan Rias sama sekali tidak tertarik pada semua lukisan itu, karena ia mendengar dari Kenma bahwa lukisan Kenma belum benar-benar selesai saat waktu batas pengumpulannya berakhir. Membuat kemungkinan lukisan Kenma tereliminasi sangatlah besar.
1016.4K viewsCompletedAdded to Library 621 Times as review imah seniman
Read
+Library
Sang Kekasih Berambut Merah

Sang Kekasih Berambut Merah

Hening sesaat di antara master dengan mahasiswinya. Senyum Claude melebar. "Tapi kan kamu yang memegang kuasnya," ujar kritikus seni tersebut dengan pelan. Maria berbalik. Air mukanya yang halus tercengang-cengang. "K-kau bilang senimannya yang memutuskan!" Claude mengangguk bagai orang tua yang bangga dan terkikik ringan.
1.6K viewsCompletedAdded to Library 61 Times as review imah seniman
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status