Air Mata Aruna
tanya Anisa yang sangat bingung dengan perubahan drastis sikapnya.
“Bukan,” jawab Ridwan singkat.
“Abis apa?” untuk ke sekian kalinya Anisa bertanya.
Ridwan pun menatap serius ke arah Anisa dan berkata, “Nisa..., Maafkan aku. Maafkan aku.”
“Maaf....? Untuk apa?” tanya Anisa lagi.
Sejenak hening. Kemudian, Ridwan pun berkata dengan gugup, “Ak-aku..., Ma-mau Ni-Ni-nikah siri sama...”