Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang
"Bu, kalau Ibu merasa berutang budi padanya, Ibu saja yang bayar sendiri! Kenapa harus menarikku masuk ke dalamnya? Atas dasar apa Ibu menumbalkan masa depan dan cintaku demi membayar utang budi Ibu?"
Pandanganku beralih cepat, menusuk tepat ke arah Rangga.
"Dan kamu, Rangga!" Aku menunjuk wajahnya dengan ujung jari yang gemetar hebat. "Jatah liburmu hanya beberapa hari dalam sebulan, tapi kamu selalu mencari alasan ada urusan mendesak sampai nggak bisa menemaniku. Kamu pikir aku bodoh? Aku tahu selama ini Ibu yang menyuruhmu pergi berkencan dengan Ajeng tanpa sepengetahuanku!"
ตอนยอดนิยม