Setelah Bapak Tiada
sambut Bang Wahyu.
"Iy--iyaa, Bang."
"Loh, kenapa malu-malu, sih. Silakan duduk dulu, Rin, Bu, mari." Bang Wahyu memang se-ramah itu.
"Kenapa wajahnya merah, Farid. Bersemu malu-malu gitu kedatangan Rindu. Ada apa sih, kok nggak cerita?"
Ya ampun, Bang Wahyu ini apa-apaan? teriakku dalam hati, hanya bisa menunduk menahan malu. Ah, apa? Kenapa harus malu, ya 'kan?
Capítulos em Alta