Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Temen Tapi Demen

Temen Tapi Demen

TEMEN TAPI DEMEN 27 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Lima belas menit perjalanan dengan kecepatan sedang, akhirnya Soni sampai di rumah Shasa. Sepi. Mungkin mereka sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing di dalam sana. Soni memarkir motor di bawah pohon mangga, biar tidak kepanasan. Begitu juga dengan motor Bapak.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai ringkasan cerita timun mas singkat
Baca
+Pustaka
MENANTU AMBURADUL

MENANTU AMBURADUL

Tak menghiraukan apa yang orang dewasa bahas. "Masa sih Mas? Serius nggak?" tanya Mimi balik dengan kekhawatiran di wajahnya. Mbak Rini memastikan apa yang suaminya bilang lalu menyomot sesendok tumis kangkung sebagai tersangkanya. "Iiiih iya loh, asin banget Mi. Nggak bohong. Cobain deh." Akhirnya Mimi mengambil sepiring tumis tersebut untuk dicobanya.
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai ringkasan cerita timun mas singkat
Baca
+Pustaka
ANAK TUKANG CUCI PIRING

ANAK TUKANG CUCI PIRING

Ya Allah, aku harus menyerah atau tetap bertahan? *** “Terima kasih, ya, Imas. Ini uangnya.” Arin menyerahkan uang pas setelah menerima sekantung timun dariku. Bapak memang sedang panen timun, selain dijual ke pasar, Bapak juga menjualnya ke beberapa orang setempat seperti Arin ini. “Terima kasih kembali, Rin.” Aku mengulas senyum bahagia. “Hari ini ikut reuni gak, Im?” tanyanya membuatku tertegun. Aku dan Arin memang satu sekolah saat Aliyah dulu, kami juga satu kelas walau tidak terlalu dekat.
1060.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai ringkasan cerita timun mas singkat
Baca
+Pustaka
Diamku Menghancurkanmu Mas!

Diamku Menghancurkanmu Mas!

Namun, sekarang rasanya sudah basi. "Kamu kenapa sih, kok daritadi diam mulu?" tanyanya, mungkin dia bingung dengan sikapku. "Mas, bukannya tiga jam lagi ya. Kok cepat banget sampainya?" tanyaku berbasa-basi. "E-eh itu ... Mas salah ketik angka yang harusnya tiga jam, malah Mas tulis lima jam. Maaf banget ya, Sayang," ucapnya.
1051.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai ringkasan cerita timun mas singkat
Baca
+Pustaka
Terjebak Dendam dan Gairah

Terjebak Dendam dan Gairah

"Nggak. Sekarang. Di sini." Abimanyu akhirnya menatapnya, tatapan dingin yang membuat Aurelia ingin mundur. Tapi ia bertahan. "Lima menit," kata Abimanyu datar. Aurelia menarik napas dalam. "Soal hari itu dengan Timmy. Aku nggak sengaja. Aku nggak mau dicium dia. Dia yang tiba-tiba nyium aku. Aku bahkan nggak balas—"
1033.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 835 kali sebagai ringkasan cerita timun mas singkat
Baca
+Pustaka
Meski Lupa Ingatan, Hati Tak Bisa Bohong

Meski Lupa Ingatan, Hati Tak Bisa Bohong

Dia langsung mengangkat tabung kecil ke arahku. "Aku adalah ilmuwan otak terbaik di negeri ini. Timku adalah yang terbaik. Setelah pemeriksaan setengah bulan, baik itu obat penghapus ingatan maupun obat pemulih ingatan, semuanya nggak bermasalah. Nggak mungkin kamu nggak ingat aku." "Kamu jelas-jelas sudah ingat, tapi malah mempermainkan perasaanku. Kamu tahu aku nggak suka lelucon macam ini."
10.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai ringkasan cerita timun mas singkat
Baca
+Pustaka
Satu Malam Singkat dengan Kakak Tiriku

Satu Malam Singkat dengan Kakak Tiriku

Namun, dalam hatinya ia menyayangkan situasi yang membuat canggung antara dirinya dengan Manda saat ini. Beruntungnya, makanan pesanan mereka datang tepat waktu, sehingga kecanggungan mereka sedikit teralihkan. "Makanlah yang banyak. Semalam kamu terlalu banyak minum, dan memuntahkan semua isi dalam perutmu," tutur Galen sambil menyendok makanannya. Seketika Manda tercengang. "Muntah? Benarkah? Kapan? Kenapa aku tidak ingat?" tanyanya bertubi-tubi.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai ringkasan cerita timun mas singkat
Baca
+Pustaka
Mutasi Alam Liar

Mutasi Alam Liar

Melihat mereka hampir menghilang di kegelapan, Budi sangat gelisah tapi tak bisa berbuat apa-apa. Tak lama, Andi kembali. Dia melirik ke depan dan berkata cepat, “Waktu terbatas, kita bicara sambil jalan.” Dia langsung berlari, sambil menjelaskan, “Hasil diskusinya begini: tiga tim serang dari tiga arah berbeda. Tim yang berhasil membunuh raja tikus duluan dapat setengah bagian. Dua tim lain bagi rata separuh sisanya. Keuntungannya, meski kita nggak yang bunuh, tetap dapat jatah!”
871 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai ringkasan cerita timun mas singkat
Baca
+Pustaka
Topan Melanda, Sahabat Putriku Menginap di Rumahku

Topan Melanda, Sahabat Putriku Menginap di Rumahku

Malam harinya, aku berbaring di tempat tidur sambil membaca berita di ponsel. Erika mendorong pintu kamarku, masih memakai baju tidur ketat yang memperlihatkan dua tonjolan kecilnya. Dengan wajah penuh damba, dia bertanya, "Paman, apa di rumah ada mentimun? Aku agak lapar, mau mengganjal perut." Aku tentu tahu apa yang ingin dia lakukan dengan mentimun itu. Kejadian semalam dan tadi siang membuatnya merasa "nanggung" karena terpotong oleh panggilan putriku.
46.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai ringkasan cerita timun mas singkat
Baca
+Pustaka
Pesona Sang Penakluk

Pesona Sang Penakluk

Namanya wanita yang sedang berkumpul, mereka mengobrol apa saja, sampai membahas kehidupan ranjang masing-masing. Cerita-cerita mereka membuat Sarah yang belum pernah merasakan sensasi kenikmatan duniawi jadi terstimulasi, lalu nekad bermain mentimun. Karena tubuhnya memang belum pernah kemasukan apa pun, Sarah memilih mentimun muda yang berukuran kecil. Dan mungkin karena terlalu kecil, ditambah daya jepit di dalam sangat maksimal, benda sialan itu akhirnya patah dan menjadi masalah.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai ringkasan cerita timun mas singkat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status