Yang Hilang Kan Berganti
"Sumpah, lo aneh banget. Dari tadi lo belum selesai baca bab 1, padahal kalau lo baca novel kayak marathon lari. Lo ada masalah kan?"
Reflek, aku melihat halaman novel yang tengah aku baca. Dan benar saja, masih di halaman 4 yang tandanya belum pindah ke bab berikutnya. Sekarang, aku sadar jika kefokusan membacaku kali ini menurun. Nyatanya, berulang kali aku membaca paragraf agar paham maknanya, namun otakku tidak benar-benar memahami kalimat novel, melainkan memikirkan sosok lain, yakni Mas Irza.
Benar-benar, Mas Irza membuatku kepikiran akhir-akhir ini. Semua pikiran dari mulai positif thinking hingga nethink bergiliran datang, dan itu semua menganggu aktivitas karena mengurangi daya foku
Sikat na Kabanata