Antara Ambisi dan Cinta
Membangun ritme yang bukan sekadar dorongan, tapi seperti tarian dua jiwa yang akhirnya menyatu.
Tubuh mereka bergerak dalam harmoni. Nafas menyatu, detak jantung berkejaran. Setiap gerakan Ezra membuat Cantika mendesah lebih keras, setiap lenguhan Cantika membuat Ezra bertahan dengan sisa-sisa kontrol yang ia miliki.
“Ezra… lebih cepat sedikit…,” bisik Cantika dengan mata setengah terpejam.
Ezra menurut. Ia mencengkeram pinggang Cantika, dorongan tubuhnya semakin dalam, semakin ritmis. Tubuh mereka basah oleh keringat dan gairah.