Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Pepohonan menjulang dan gemercik air terjun menciptakan melodi abadi, bagai memeluk anak itu dalam keajaiban alam. Pagi itu, dengan tongkat rotan di tangannya, Rimba mengiris udara yang dingin, mengukir bayangan gerakan yang sarat energi dan kegigihan. Sinar matahari yang mulai naik menambah kilau peluh di kulitnya. Dari atas, Calistung turun layaknya burung rajawali yang melayang, menguji muridnya dengan serangan-serangan yang tak terduga. Rimba bertahan, menyerang balik, hingga satu gerakan cepat dari gurunya membuat tongkat rotan itu terlepas dari genggamannya. Calistung tersenyum, menepuk lembut kepala Rimba. “Kamu telah berusaha keras, Anakku. Sekarang waktunya kita makan,” ucapnya penu
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai ritme mengalir
Baca
+Pustaka
Gelang Langit

Gelang Langit

Nada-nada awal mengalir, mengisi ruang kosong dengan irama yang belum pernah mereka dengar, seperti awal dunia. Rakasura merasakan gelangnya memanas. Denyutnya mengikuti ritme nyanyian Ayu. Di balik altar, bayangan-bayangan mulai bergerak: sosok-sosok samar yang menggeliat, seperti tersedot keluar dari ukiran. Tirta melangkah maju, tubuhnya tegang.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai ritme mengalir
Baca
+Pustaka
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Malam ini, tepat di malam pergantian tahun, hujan turun dengan sangat deras. Di tengah riuhnya suara hujan, Rian tiba-tiba datang mengetuk pintu rumah Kakek dan nenekku. "Lintang, cepat keluar! Hujannya turun!" Aku ditarik olehnya dan kami berlari ke teras, lalu berjalan pelan menembus gerimis yang mulai mereda. Tetesan air jatuh membasahi bumi, suasananya begitu tenang, tetapi terasa megah.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai ritme mengalir
Baca
+Pustaka
BERTEMU RINDU

BERTEMU RINDU

Lembar demi lembar. Ya Tuhan, jantungku masih berdebar setiap aku membuka halaman demi halaman. Perasaan ini masih sama seperti aku pertama kali mengenalnya, bahagia, jantung berdebar, dan pelangi seperti kumiliki sendiri. Dan apa ini? Bukankah aku merasa bahagia, tetapi mengapa aku air mataku jatuh setiap membaca setiap kata yang tertulis dalam lembaran-lembaran penuh kenangan ini?
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai ritme mengalir
Baca
+Pustaka
Pengantin Dari Dunia Gaib

Pengantin Dari Dunia Gaib

“Bagaimana cara menyatukannya kembali?” Laksmi membuka gulungan kain. Di dalamnya ada simbol-simbol sederhana—bukan mantra, melainkan catatan kebiasaan. “Dengan ritme mingguan. Hal-hal yang diulang, bukan dihitung.” Nara mengangguk pelan. “Minggu dibangun dari pola.” Salah satu garis kapur bergetar dan terangkat, membentuk siluet tipis—bukan makhluk utuh, melainkan potongan hari dengan suara yang datar.
7780 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai ritme mengalir
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Ini adalah perang. Namun, perlahan, sesuatu mulai berubah. Di tengah perjuangannya untuk tidak jatuh, Radit mulai merasakan sebuah ritme. Ritme dari ombak. Ada pola dalam setiap ayunan, ada jeda dalam setiap guncangan.
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai ritme mengalir
Baca
+Pustaka
Two Sides Of KIRANA

Two Sides Of KIRANA

Jelas Kirana sambil mengangkat bahunya. 22.04 – Ruang Project, kembali kerja Mereka menyelesaikan revisi dengan tempo cepat. Kirana mengatur ulang sequence konten, Ares menyempurnakan narasi dan nada pesan. Mereka tidak bicara banyak. Tapi dalam diam itu, ada ritme. Ritme yang tidak dibuat-buat. Ritme dua orang yang, meski berbeda… bisa menyatu saat sedang fokus.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai ritme mengalir
Baca
+Pustaka
Keperkasaan Tukang Kebon

Keperkasaan Tukang Kebon

Ratih mengangguk kecil, memberi izin yang tidak perlu diucapkan. Ritme mulai merayap naik. Dada‑dada bergerak lebih berat, napas putus‑putus. Karyo menyentuh Maya lebih tegas kali ini—punggungnya, pinggulnya—membimbing, bukan memaksa. Maya menggigil tipis, bibirnya terbuka. Ratih mendekatkan badan, keningnya menyentuh pelipis Maya. "Tenang..." bisiknya, telapak tangan mengusap sisi rusuk Maya, mengikuti tempo yang dipatok Karyo.
8.8563.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22.0K kali sebagai ritme mengalir
Tampilkan Ulasan (58)
Baca
+Pustaka
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Nama Pena Anar
Izin promo kak🫰🏻 Novel Panas tentang Petarung Jalanan yang menaklukan Nyonya Besar! Judul ... Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar btw bagus ceritanya toor...🫶🏻🫶🏻 keren!!🫰🏻
Baca Semua Ulasan
Saat Aku Tak Lagi Meronta

Saat Aku Tak Lagi Meronta

Ibu mengantarku untuk melakukan pemeriksaan psikologis. Saat mengisi formulir, baru saja aku mencentang "sering merasa sedih", Ibu langsung mengulurkan tangan dan mencoretnya. "Mana mungkin kamu merasa sedih? Siapa di rumah yang memperlakukanmu dengan buruk?" Saat aku memilih "takut berkomunikasi dengan orang lain", dia kembali mengerutkan kening. "Waktu kecil kamu ceria banget, jangan asal isi." Aku tidak membantah. Ketika dia bilang aku tidak sedih, aku mengubahnya menjadi "tidak pernah". Ketika dia bilang tidurku sangat nyenyak, aku menghapus pilihan "sering insomnia". Setelah satu formulir selesai diisi, hampir setiap jawaban telah kuubah sesuai dengan kemauannya. Ibu mengamatinya dua ka
456 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai ritme mengalir
Baca
+Pustaka
Terjerat Hasrat Liar Mantan Selingkuhan

Terjerat Hasrat Liar Mantan Selingkuhan

Rintihan Meira menjadi simfoni liar yang memenuhi ruang, dan Hastan menikmatinya seolah itu musik terindah yang pernah ia dengar. Ritme jemarinya di pusat kenikmatan Meira semakin teratur—kombinasi tekanan dan gerakan yang presisi, memaksa tubuh Meira meraih puncak. Otot-ototnya menegang, napasnya patah-patah. Lalu… Gelombang itu datang.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai ritme mengalir
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status