Raina
Bola mata kelam itu mengusik relungnya, jika memang kesempatan itu ada, Raka ingin melukis sinar dalam kelamnya bola mata sang rembulan.
“Rain, aku tahu apa yang kita perbuat di hari kemarin itu salah. Tapi, aku pengin memperbaikinya di masa depan. Sama kamu, sama anak-anak kita nanti.”
Raka mendekatkan wajahnya. Jemarinya menyibak anak rambut yang menutupi wajah Raina. Ia menempelkan dahinya dengan dahi Raina. Satu tangannya menjadi penopang dagu, agar Raina tidak menundukan wajahnya.
Hot Chapters