MAHKOTA PERNIKAHAN YANG TIDAK UTUH
Saya masuk ke kamar saya, ya disini saya hanya menyewa 2 kamar, satu untuk praktek dokter dan satu lagi untuk kamar tidur saya, kamar mandi saya dan kamar makan , kita memakainya bersamaan dengan pemilik rumah, seperti lauk juga sama, saya cuma memberikan uang sayur untuk seminggu.
“Eh, dokter sudah sampai.” kata Bu Ida, nyonya pemilik rumah.
“Ibu, ya, ini uang sayur selama seminggu, bu, mau sayur apapun boleh, asal ada sambal goreng terasi ya.” kata saya santai.
Sebenarnya saya betah tinggal disini, kedua suami istri dan anaknya sangat baik dan saya juga tidak repot memikirkan makan saya selama disini.
Bab Populer