Ada sesuatu yang hangat dan personal tentang 'Romance in the House' yang membuatku selalu ingin kembali menontonnya. Ceritanya mengikuti kehidupan seorang penulis novel cengeng bernama Rina, yang tiba-tiba harus berbagi rumah dengan seorang chef dingin bernama Arga. Awalnya, mereka terus bertengkar karena perbedaan kepribadian yang ekstrem—Rina yang emosional dan Arga yang super logis. Tapi perlahan, lewat berbagai insiden kocak (sejak Rina salah masuk kamar mandi saat Arga sedang mandi, sampai Arga tanpa sengaja menghapus draft novel Rina), mereka justru menemukan chemistry yang tidak terduga.
Yang bikin seru, serial ini nggak cuma tentang romansa, tapi juga eksplorasi bagaimana dua orang dengan latar belakang trauma keluarga belajar percaya lagi. Adegan di episode 8 ketika Arga masak mie instan buat Rina yang sakit, sambil diam-diam nangis karena ingat ibunya, itu bikin babak belur rasanya. Endingnya pun nggak klise—mereka memilih untuk tidak buru-buru menikah, tapi justru jalan-jalan keliling dunia buat cari inspirasi bareng.