Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Exit

Exit

Mie instan di mangkokku sudah habis sejak jawaban April tentang sekolah baru. “Belum juga masuk ke mulut, Pril,” kesalku. April nyengir. Bodohnya aku juga ikut terkekeh pelan. Ketika gelas es tea jus itu hampir menyentuh bibirku, seorang anak menabrak bangku meja makan kami lalu tak sengaja badannya menyenggol lenganku. Alhasil, jatah minuman segelas tea jusku itu tumpah mengenai seragam olahragaku, gelas plastiknya jatuh ke lantai. Untung saja gelasnya bukan gelas kaca, jadi tidak menimbulkan pecahan yang bisa saja harus bayar ganti rugi nantinya.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai ruin
Baca
+Pustaka
Conqueror

Conqueror

Lilia merasa ada yang aneh. "!!!, Bau darah?!" Lilia tiba-tiba mencium bau darah dari dalam kamar William. Tanpa berpikir lama, Lilia langsung menempelkan telapak tangannya di pintu. Saat itu perlahan dari telapak tangannya keluar cahaya hijau yang sangat terang. "Teknik Roh… Hide!" Lilia sambil bergerak menarik tangannya. Dalam sekejap, pintu yang ada di depannya menghilang tanpa jejak.
9.82.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai ruin
Baca
+Pustaka
LEAK

LEAK

Sehingga menyebabkan ledakan serta kobaran api yang jauh lebih dahsyat dari sebelumnya. Sampai-sampai, pilar yang berada di dekatnya tampak mau runtuh. Hal itu terlihat dari jatuhnya beberapa runtuhan kecil serta pasir. Dari retakan-retakan yang ada di sepanjang tiang tersebut. Selain itu, pada bagian bawahnya terdapat congkelan bekas benturan tadi yang cukup dalam dan lebar. "Ayolah, Arjuna! Aku yakin kau tidak akan mati hanya karena seranganku itu. Keluarlah dari sana! " teriak sosok bertopeng itu setelah kedua kakinya mendarat di lantai.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai ruin
Baca
+Pustaka
Sadena

Sadena

Mantan kekasihku jatuh ke selokan🎶 Aye-aye
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai ruin
Baca
+Pustaka
ANNORA

ANNORA

Gara memperbaiki posisi gitarnya. "Nyanyi apa?" "Apa aja." "And if you like midnight driving with the windows down..." Manda menyanyikan salah satu lagu milik One Direction yang berjudul 'Perfect' dengan suara merdunya. Bahkan tanpa iringan nada dari gitar yang sedari tadi dipegang Gara, lagu itu seolah sangat cocok dinyanyikan oleh cewek itu. Gara sampai terpaku melihatnya yang bernyanyi sambil memejamkan mata, menghayati setiap lirik yang dinyanyikan.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai ruin
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

Di Tajur, Bogor suasananya tidak begitu mudah tapi aku akan tetap menjalaninya. ***** “Hai, Rib sedang apa? Kamu sibuk Enggak hari ini?” tanya ku di chat. “Ya, An, aku sibuk, nih. Lain waktu saja ya kita jalan bareng.” “Baik, Rib. Kamu kabari aku ya kalau kita mau jalan bareng.” “Ok, An. See you.” “See you too.”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai ruin
Baca
+Pustaka
Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Sirkuit itu tidak terlihat seperti buatan pabrik. Sirkuit itu membentuk sebuah Peta. Dan ada satu titik di peta itu yang berkedip redup—bukan dengan listrik, tapi dengan Mana yang tersisa di dalam komponen kristalnya. Sebuah koordinat. "Di mana ini?" tanyaku, menunjuk titik itu. Itu terletak jauh di Barat, di seberang Lautan Debu. "Itu adalah The Ruined Capital," kata Solon yang muncul di belakang Finn. "Ibukota Kuno yang hancur 1000 tahun lalu. Tempat terlarang."
1022.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 498 kali sebagai ruin
Baca
+Pustaka
DINAR

DINAR

jawab raccel menjelaskan Sungguh banyak kejutan disini, dinar sangat kagum dengan pulau ranland ini, dengan semua keajaiban yang dipunya dan sangat memanjakan mata ini. Dinar memegang batu-batu berkilau itu dan aoa yang terjadi dia tidak bisa memegangnya, seakan itu hanya bayangan saja, dia mencoba memegng yang lainnya juga tetap sama, sampai dia masuk kehamparan bercahaya itu ttp saja dia tidak merasakab apa-apa. "raccel kenapa aku tidak bisa memegangya?" tanya dinar penasaran "iya benar batu itu tidak bisa kamu oegang selagi bercahaya, tunggu sampai cahayanya hilang baru kamu bisa memegangya" jawab raccel dengan santai
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai ruin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status