Balada Asmara Biduan Dangdut
“Iya, semua ini ya kerjaannya ibu-ibu ini. Mereka urunan buat beli cat, terus bareng-bareng ngecat rumah ini sekalian bersih-bersih. Kalian suka dengan penampilan barunya?”
Astaga, luar biasa. Sebuah rumah dengan warna kuning mencolok dan dengan pekarangan luas yang bersih segera memenuhi penglihatanku. Aku sampai pangling melihat rumah ini. Bahkan di depan rumah sudah ada panggung kecil yang terbuat dari cor-coran semen, dan dengan penutup di atasnya yang terbuat dari kain terpal.
“Ya ampun, kami sih seneng banget!” ujar Dewik segera masuk ke dalam rumah tidak sabaran.