Cincin terakhir istriku
Aya menolehkan kepala, Rangga mengangguk.
“Sekarang punya kita, dan aku nggak harus sendirian lagi untuk nikmatin sunset yang indah dari sini,” ucap Rangga sembari menyerahkan kunci rumah ke tangan Aya. Istrinya itu tersenyum, ia memutar kunci lalu membukanya. Rumah dengan lantai kayu itu begitu rapi, begitu membuka pintu, area terbuka membuat kesan rumah itu luas. Bangunannya tak tingkat, dan hanya ada satu kamar dengan ukuran besar. Dapur, ruang tamu dan ruang TV yang jadi satu, membuat hilir mudik siapa saja yang beraktifitas akan terlihat.
“Ini bagus banget, Rangga,” puji Aya sebari berbalik badan lalu memeluk suaminya yang segera membalas pelukan.
Bab Populer