Gairah Liar Pernikahan
“Kalau benar ia sengaja, berarti ia sudah memilih kubunya. Dan itu hanya membuat langkahku lebih mudah. Aku tidak lagi berhadapan dengan suami, tapi dengan musuh.”
Ia menatap flashdisk di tangannya. Benda mungil itu kini terasa berat, seakan di dalamnya ada bom waktu yang siap meledak di tangan yang tepat.
“Litha selalu mengandalkan drama,” lanjut Runa, suaranya mengalir mantap. “Menangis di depan kamera, mengaku korban, seolah semua orang bersekongkol melawan dirinya. Air mata murahan yang selalu berhasil meluluhkan simpati. Tapi semua drama itu rapuh. Tidak akan bertahan lama jika aku bisa memaksanya melakukan kesalahan.”
Bab Populer