Pesugihan Kandang Bubrah
“Jika tidak, mereka akan mengambil semuanya darimu.”
Arif jatuh terduduk, tubuhnya terasa lemas. Air matanya mengalir deras. “Kenapa harus aku? Kenapa harus keluargaku?”
“Karena kamu sudah memilih jalan ini,” jawab suara itu, kini berubah menjadi suara Mbah Mijan yang menggema di seluruh ruangan. “Pengorbanan adalah harga dari keinginanmu. Tidak ada yang gratis, Arif. Pesugihan ini tidak akan berhenti sampai semua nyawa dibayar lunas.”