Mayat di Atas Ranjang
Ki Gendeng di depan, Nurlaila di belakang, jalan menunduk mengikuti jejak-jejak kaki yang ditinggalkan Ki Gendeng di atas tanah.
Awalnya biasa saja, tidak ada sesuatu pun yang aneh. Bahkan terlampu biasa sehingga Nurlaila merasa seakan-akan mereka sedang jalan-jalan santai saja. Tetapi setelah sekian lama, entah berapa jam atau menit, Nurlaila tidak tahu karena di dunia tempatnya berada saat itu tidak ada penunjuk waktu sama sekali, yang jelas hanya ada matahari kembar di atas kepala bersinar sangat terik, sepasang matahari itu dirasakan Nurlaila masih berada di posisi yang sama, pemandangan yang dilalui Nurlaila masih sama. Ke mana pun dia memandang, dia melihat pepohonan dan bebatuan yang
Bab Populer