Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchederesaneel
Tanpa sadar aku menyunggingkan senyumku. Saat kami sampai di tingkatan paling atas, rasa-rasanya matahari tepat di atas kami. Ya, walaupun sekarang jam satu siang. Tetap saja, matahari memang sedang terik-teriknya. Aku menutupi wajahku dengan tangan, karena panas matahari seakan membakar kulit wajahku. Tiba-tiba, sosok tinggi menjulang menghalangi sinar matahari tersebut. Aku mendongak. Mas Wira menatapku yang sedang mendongak.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai sajak matahari
Baca
+Pustaka
Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Ia adalah penjaga Sekte Mata Surga—penghapus garis keturunan dengan satu dentingan. Di tengah, Tian Jorak, bertubuh kekar dan mengenakan zirah hitam berkilau, menggenggam Tombak Solar, senjata suci dengan inti matahari mini di ujungnya. Cahaya dari tombak itu membakar lantai marmer di bawah kakinya.
1052.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai sajak matahari
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Tertinggi

Legenda Dewa Tertinggi

“Nikmatilah makanan penutup dariku, kau bajingan gila!” seru Hao Tian. Nine Yang Heaven Arts! Flame Storm of the Nine Suns! Swoosh! Sembilan matahari yang melingkar di depannya bersinar dengan kekuatan yang besar. Kesembilan matahari itu langsung menyerbu ke arah Mo Wujiang. Di perjalanan, kesembilan matahari berputar bersamaan dan berubah menjadi badai api dengan suhu tinggi yang menghantarkan gelombang panas yang mengerikan.
9.261.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai sajak matahari
Baca
+Pustaka
Mayat-Mayat Hidup

Mayat-Mayat Hidup

sahut Kiman. “Terserah gue, mah,” jawab Candra. “Kita mau ngejar sunrise atau enggak?” tanya Anja menatap teman-temannya. “Lu semua ‘kan tahu, kalo gue sih gak terlalu ngejar matahari terbit, yang penting gue sampe puncak,” jelas Gugun, lalu menyulut sebatang rokok keretek. “Perkiraan ke puncak kurang lebih satu jam. Ya paling bisa tiga puluh sampe empat puluh menit, dah.” Anja mengisap rokoknya dalam-dalam.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai sajak matahari
Baca
+Pustaka
DiaLangit

DiaLangit

Ku bersyukur memiliki kamu Ku bahagia ada di sampingmu Hati ini terasa tenang Bila kau selalu bersama diriku Ku terima kekurangan kamu Kau terima kekurangan aku Lengkapi lah lembar jalan ku Untuk mengarungi di setiap langkahku Menatap satu sama lain. Menyelami mata satu sama lain itu berlangsung cukup lama. Sepertinya keduanya enggan untuk saling melepas kontak mata yang menciptakan ketenangan bagi masing-masing hati keduanya. Tanpa mereka berdua sadari, kontak mata mereka menciptakan suasana hening yang mengandung sisi romantis untuk penghuni kelas X IPS 2. Bahkan, beberapa dari mereka ada yang menggigit jari lantaran gemas dengan situasi hening nan romantis itu.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai sajak matahari
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Bab 12 Bisakah aku kembali menapaki bekas jajakku Atau melihat kembali sore yang disembunyikan dibalik sibakan kata – katamu Sinar matahari tidak lagi menusuk penglihatan, Nyimas terduduk di depan teras kamar kos. Kembali berkutat dengan kertas – kertas kosong, menemani setiap kali ia ingin bercerita ketika tak ada orang untukknya. Gadis itu untuk sekian kali harus belajar membaca gerakan emosinya sendiri. Namun dia tidak mau lupa dengan ambisinya tersendiri.
9.82.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai sajak matahari
Baca
+Pustaka
Antara Luka dan Rasa

Antara Luka dan Rasa

tanya Kira penasaran. "Hmm tidak tahu ...." ucap lelaki itu seraya menaikkan bahu. "Matahari itu cerah dan membawa kehangatan. Tidak seperti hujan yang terkesan muram dan selalu membawa kesedihan." Lelaki itu berbicara dengan nada yang lembut. Nada suaranya terdengar seperti seseorang yang sedang lelah. Kira pikir lelaki ini cukup aneh karena menjawab pertanyaan seseorang yang tidak ia kenal sama sekali. Tapi tentunya Kira lah yang lebih aneh karena melontarkan pertanyaan absurd kepada orang asing.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai sajak matahari
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

Aku mengangkat kepala dan melihat Handoko berdiri dengan wajah ruang di depanku. “Matahari minder pagi ini,” ujarnya sambil menatap langit. “Maksudnya?” Aku menghentikan kening. “Lihat ke atas, matahari saja tak berani menunjukkan sinarnya, sebab ia kalah terang dengan pesonamu, Era.” Astaga, lelaki ini pujangga nyasar mungkin. “Boleh aku duduk sampingmu, Era?” “Tentu saja.” Aku menjawab cepat seraya menggeser badan. “Tempat ini terbuka untuk umum, dan juga bukan milikku. Jadi kamu bebas mau duduk di mana pun.”
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai sajak matahari
Baca
+Pustaka
Purnama

Purnama

Dokter Surya begitu kata yang terpampang di layar. "Assalamu'alaikum, Dok." "Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh." "Ada apa, Dok?" "Maaf mengganggu aktivitas sore kamu, saya mau mengajak Langit nonton film anak-anak yang baru tayang di bioskop ... sekalian sama kamu." "Nonton?" "Iya, besok ba'da Zuhur saya jemput." Purnama terdiam sesaat, haruskah ia menerima ajakan Surya?
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai sajak matahari
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Cahaya

Legenda Dewa Cahaya

Jaka Geni muncul di atas langit Kota Daha. Matahari bersinar terang tepat di atas kepala pertanda waktu tepat tengah hari. Kedua mata Mahadewa itu menyala hijau. Itu adalah Ilmu Segoro Gaib yang berguna untuk melacak Semua hal yang berhubungan dengan jiwa ataupun hal-hal tak kasat mata.
1076.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai sajak matahari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status