DILEMA DUA HATI
Bercerita memberikan pengaruh positif pada gadis yang tengah putus asa tersebut.
“Ah, iya, maaf, Ibu. Aku terlalu nyaman ada di tempat sunyi seperti ini. Aku tidak sakit lagi, hanya lemas saja. Kita pulang, sudah tak perlu meminta obat-obatan apa pun lagi. Karena lukanya di dalam hati, bukan di bagian fisik. Tak akan ada obatnya, kecuali ….” Menggantung perkataan Gu.
“Kecuali apa?”
الفصول الرائجة