Masalah ini sebenarnya lebih umum dari yang orang kira, dan penting untuk dihadapi dengan empati. Awalnya, aku sempat merasa canggung membicarakan hal ini, tapi setelah ngobrol dengan beberapa teman dekat, ternyata banyak yang mengalami hal serupa. Kuncinya adalah komunikasi terbuka dengan pasangan—jangan ragu untuk bilang kalau perlu pelan-pelan atau jeda sejenak. Latihan pernapasan dalam juga membantu mengontrol ritme, plus bisa mencoba posisi yang memberi lebih banyak kendali, seperti cowok di bawah.
Selain itu, aku belajar bahwa foreplay yang lebih lama bisa mengurangi ketergesaan. Mainkan musik slow atau gunakan aromaterapi untuk bikin suasana lebih rileks. Kadang, masalah ini muncul karena kecemasan performa, jadi ingatkan diri sendiri bahwa ini bukan kompetisi. Perlahan-lahan, rasa percaya diri akan terbangun dengan sendirinya.