여기 sakitnya perihnya와 관련된 100개의 소설이 있습니다. 일반적으로 sakitnya perihnya와 같은 이야기는 Romansa, Fantasi 및 Rumah Tangga 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Ayah Untuk Anakku부터 시작해보세요!
Sudah banyak minyak kayu putih ia oleskan diatas kulit perutnya, namun tak mempan untuk membentengi rasa perih tersebut.
"Ini bahkan 10 kali lipat dari rasa sakit datang bulan," keluhnya sambil menekan perutnya yang begitu perih sekali. Rania juga mencoba mengatur nafasnya yang sedikit sesak karena terpengap dalam ruang sempit itu.
"Kalau lo ngerasain perih atau gimana, lo bisa bilang sama gue."
"Emangnya masih sakit, ya? Kan gue udah nggak——aduh, Bang, bilang dong kalau mau masuk!"
"Perih nggak? Panas, gatal, atau gimana gitu?"
Syila mendesis. "Iya, rasanya aneh banget."
Jake menarik dirinya lagi dan membuang pengamannya tanpa berpikir dua kali. "Nggak usah makai."
lirihnya, perih.
Perutnya terasa perih sejak tadi, bukan karena kram melainkan ia kelaparan. Biasanya makanan diantar ke kamar, sekarang tidak. Apa pria itu benar-benar menghukumnya?
Terlalu lama duduk, membuat tubuhnya pegal. Isela berbaring sambil memeluk dirinya. Mencoba memejamkan mata yang terasa berat, tetapi enggan terlelap. Tiba-tiba saja ia mendengar pintu terbuka.
Perutku melilit perih, menagih isinya.
Tak jauh dariku, Riel masih terbaring lemah. Wajahnya sepucat kertas, bibirnya kering dan mengerut. Keningnya berkerut dalam, seolah mimpi buruk pun sudah menyerah pada rasa sakit yang terus menderanya.
namun ia malah mengerang kesakitan dan terduduk kembali diatas ranjang.
"Kamu kenapa?" tanya Sagara.
"Aah.., sepertinya semalam kamu terlalu semangat, punyaku sampai perih begini." rintih Linda sambil mengusap bagian kewanitaannya yang sedikit bengkak.
Rasanya seperti terhimpit batu, sakit luar biasa hingga kernyitan dalam dan lenguhan kesakitanku terlepas.
“Mira?” Suara samar sesorang menembus kabut pekatku, merambat masuk di sela - sela rasa sakit yang tidak mau berkompromi. “Jangan dilawan, please. Rileks. Aku tau rasanya pasti sakit sekali, mais c’est OK mainant. Kau sudah baik - baik saja.”