Seribu Pintu Sindukala
Marsala seakan-akan melompati waktu saat menyadari dirinya sudah berbaring di ruangan beraroma khas, dan seorang dokter wanita memeriksa kelaminnya, untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi atau lainnya.
“Ada luka robek dan lecet di dalam,” ujar dokternya kepada Marsala dan Sindukala. “Enggak perlu cemas, itu bisa sembuh kok. Kebetulan, ibunya juga enggak lagi masa subur, jadi kemungkinannya hamil sangat kecil. Nanti saya resepin obatnya. Semoga enggak ada apa-apa ya.”
“Makasih, Dok,” ucap Sindukala, suaranya serak.
Hot Chapters