Saat Aku Salah Membencimu
"Pregnant"
Satu kata itu seperti terus berulang di kepalanya, Hazel menggeleng pelan berkali-kali. “Enggak...”, bisiknya di sela tangis. “Enggak... aku nggak mau...”
Dadanya terasa sakit dan sesak, seolah ada sesuatu yang menekan begitu kuat sampai ia sulit bernapas. Ia memeluk lututnya erat, menyembunyikan wajah di sana. Rambutnya yang berantakan jatuh menutupi pipinya yang basah. Untuk seperkian detik sejak malam itu, Hazel membiarkan dirinya hancur. Ia menangis seperti anak kecil, sendirian. Tidak ada yang menenangkan, tidak ada yang memeluknya, tidak ada yang bilang semuanya akan baik-baik saja. Yang ada hanya dirinya, kamar mandi sempit itu, dan kenyataan yang baru saja menghancurkan si
Sikat na Kabanata