Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sekarang, Giliranku!

Sekarang, Giliranku!

Arlo turun dan membukakan pintu untuk Hazel, lalu mengajaknya melangkah masuk ke dalam sebuah salon kecantikan papan atas yang namanya sudah sangat terkenal di belahan dunia. Hazel menahan langkahnya di ambang pintu, menatap papan nama salon itu dengan ragu. "Arlo... kamu serius? Kamu benar-benar mau membawaku masuk ke tempat semewah ini?" Belum sempat Arlo mengeluarkan jawaban, pintu kaca besar itu terbuka dari dalam. Seorang pria dengan setelan modis dan tatanan rambut yang sangat artistik melangkah keluar.
10832 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai salon-salon
Baca
+Pustaka
Status Kontrak dengan Kakak Angkat

Status Kontrak dengan Kakak Angkat

Jantungku masih berdebar karena shok dengan kejadian yang baru saja terjadi. Revan kembali melajukan mobilnya. "Maaf, aku akan lebih berhati-hati lagi!" Tiba di persimpangan jalan, Revan menepikan mobilnya di sebuah bangunan cukup megah berlantai tiga. Di bangunan tersebut terpangpang sebuah logo yang bertuliskan: SALON KECANTIKAN NONAMUDA. Apa? Jadi dia membawaku ke sebuah salon kecantikan? Untuk apa?
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai salon-salon
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Arwend Arau
Hai, selamat datang di cerita pertama Arwend Arau. Terima kasih yang sudah baca dan meramaikan cerita ini. Jangan lupa tinggalkan ulasannya ya. Ulasan yang positif dan membangun supaya lebih semangat lagi untuk up cerita, ...
Herti Herti
cerita nya aku suka,sepertinya akan banyak sekali rahasia didalam ceritanya,dan bikin penasaran,saya suka nama tokoh nya,semangat terus Thor semoga kisah nya menginspirasi banyak orang,dan tetap sehat agar bisa terus berkarya tentunya,dan memberikan semangat kpda semua orang untuk membaca...️
Baca Semua Ulasan
Wanita Hamil di Rumah Mertua

Wanita Hamil di Rumah Mertua

"Jangan minta-minta disini, sana!" Mama Fiona seketika menggeleng. "Mbak, bisa saya melamar bekerja disini?" Wanita dengan belahan dada rendah itu tertawa terbahak-bahak. Dia menepuk-nepuk pipi Mama Fiona dan menjawab. "Bu, disini itu salon kecantikan. Kalau kamu yang penampilannya kucel dan lusuh seperti ini bekerja di tempatku, bisa kabur semua pelangganku. Sana!"
1031.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 996 kali sebagai salon-salon
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

Nada suara Meri terdengar gemas. “Males, ah. Mahal.” Aku bercanda. Tentu saja Meri tak akan menerima sepeser pun uang dariku. “Lah, bisa dicicil, Neng.” Meri tergelak. “Salon gue bisa pay later.” Kami tergelak, mengundang beberapa pasang mata langganan untuk melihat. Meri cepat menutup mulut sambil melemparkan senyum sopan kepada mereka.
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai salon-salon
Baca
+Pustaka
Sekretarisku Jilbaber

Sekretarisku Jilbaber

Mereka berdua memasuki sebuah salon ternama, rencananya ingin memanjakan tubuh dengan spa dan sebagiannya. Dua orang karyawan salon segera menyambut kedatangan mereka berdua. “Selamat datang di salon BEAUTY, ada yang bisa kami bantu Mbak?” tanya salah seorang dari mereka. “Mama aku mau spa aja, tubuhku rasanya udah lama nggak dimanjain, yuk sekalian aja Ma,” ajak Gendhis.
9.8167.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.9K kali sebagai salon-salon
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status