Suamiku Jadul
Aku langsung duduk di kursi yang kosong, pemilik salon itu justru mengambil minuman botol untuk Bang Parlin.
"Duduk manis ya, Bang, ini agak lama," katanya pada suamiku.
Seorang karyawan salon langsung menanganiku, rambutku dikeramas. Eh, kulihat pemilik salon justru menemani Bang Parlin ngobrol, dia biarkan pegawainya yang tangani aku.
"Beruntung sekali Mbak Nia punya Bang Parlin ini, dia suami idaman," kata Sinta-pemilik salon tersebut, dia datang memeriksa rambutku.