TEMAN HIDUP
Irham melenggang, dilepasnya kacamata yang bertengger di hidung, mengusap air mata yang siap berjatuhan.
Seketika Kian dan Ningrum lemas mendengar perkataan ayah sebelum pergi. Keduanya berpelukan dengan deraian air mata. Entah air mata apa.
Namun, begitu sakit tercekat di tenggorokan. Pilu, seperti ada hantaman keras di hati masing-masing. Berantakan, bagai dijatuhkan ke jurang yang paling dalam.
Ada luruh dan sesak bersamaan di saat ucapan maaf penuh penyesalan itu akhirnya keluar dari mulut lelaki angkuh, Irham. Ningrum menggigit bibir, kembali air matanya tumpah ruah.
ตอนยอดนิยม