Hati Yang Terpilih
Razky memotong ucapan Nazwa.
“Ooh begitu,” timpal Nazwa. Lalu Nazwa mengalihkan pandangannya pada Ambu. “Ambu, Nazwa pulang dulu, ya. Terima kasih untuk beberapa hari ini sudah mengizinkan Nazwa menginap. Maaf jika merepotkan ya, Ambu,” Nazwa mengulurkan tangan, meraih telapak tangan Ambu. Menciumnya dengan takzim.
“Ambu senang diinapi sama kamu. Ngga repot sama sekali. Salam untuk bapak dan ibu ya. Semoga masalahmu cepat selesai,” sambut Ambu sambil berdiri dan memeluk Nazwa dengan sayang.