Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sihir Cinta Sang Rembulan

Sihir Cinta Sang Rembulan

"Cih! Tidak mungkin kamu tulus berada di kehidupan orang!" Ada yang bercahaya di mata Quesha, satu matanya menyinari mata pangeran sehingga sulit melihat ke depan. "Sungguh aku serius, cahaya matamu ini seakan ingin mengosongkan mataku." "Masih tidak mengerti juga? Pergi!" Quesha mulai menyerang dengan sihirnya, langit gelap dan banyak petir, begitu juga sebagian langit bercahaya matahari dengan teriknya memasuki area Quesha. Wanita itu bercucuran keringan.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai sapphire eyes
Baca
+Pustaka
The Blue Eyes

The Blue Eyes

Aku membuka mata dan beradu pandang dengan sepasang mata beriris biru yang menatapku dengan sendu. Sesaat kami tidak saling bicara dan larut dalam pikiran masing-masing. Sentuhan saputangan di pipi untuk menyeka sisa air mata itu membuatku kembali rapuh dan langsung mendekap Viana, seakan-akan dirinya bisa mengalirkan kekuatan padaku.
95.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai sapphire eyes
Baca
+Pustaka
Beauty Lies in the Eyes

Beauty Lies in the Eyes

Seperti orang yang benar-benar bermetamorfosis. Dengan pakaian yang berwarna gelap dan rambut yang terikat rapi, Pangeran kesembilan menampilkan penampilan yang sangat berbeda karena sorot mata tajamnya memancarkan aura yang begitu kuat. Sorot mata yang tajam seperti elang ganas tersebut hanya dimiliki oleh Bocah Iblis—seorang petarung ulung dalam dunia persilatan. Meskipun Bocah Iblis selama ini selalu mengenakan topeng, Su Yan Li masih dapat mengenali sorotan mata dan aura pembunuh dari dalam dirinya sehingga dia sangat yakin bahwa Pangeran kesembilan yang berdiri di hadapannya adalah Bocah Iblis. Walau begitu, Su Yan Li masih merasa ragu karena sulit baginya untuk percaya bahwa Pangeran k
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai sapphire eyes
Baca
+Pustaka
Pak Presdir, Istrimu sedang Bersama Tuan Mantan!

Pak Presdir, Istrimu sedang Bersama Tuan Mantan!

Di sisi lain, Max menatap Mia dengan penuh cinta, tatapannya yang dalam dan intens seperti mengungkapkan sebuah janji abadi. Mata Max yang berwarna abu-abu, yang sering disebut "hunter eyes" oleh para penggemarnya—karena ketajaman dan kedalamannya—memancarkan perasaan cintanya yang tak terucap untuk Mia, namun begitu jelas terlihat. Setiap kali matanya bertemu dengan mata Mia, seolah-olah seluruh dunia menghilang, meninggalkan mereka berdua dalam kebersamaan yang penuh makna.
9.516.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 472 kali sebagai sapphire eyes
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Indy Shinta
Halo, teman-teman. Selamat datang di novel terbaruku. Novel ini kubuat dalam rangka lomba menulis, dengan tema: "Haruskah Aku Menjadi yang Kedua." Tinggalkan jejak komentarmu ya... Yuk, dukung novel ini dg kasih vote :) Thx. Happy reading...
Indah Suwarni
aku kira sama Presdir lagi tapi balikan ke mantan ,kok aku kecewa ya......,padahal si Presdir red flag,aku berharap si anak cewek bukan anaknya Nathan .aku maraton baca ini. bagus kok alur nya.emosinya dapet.
Baca Semua Ulasan
Pembalasan Sang Siren

Pembalasan Sang Siren

Diputarnya gelas itu dengan pelan hingga menciptakan pusaran kecil yang tampak seperti hipnotis. Merah. Warna yang selalu mengingatkannya akan dua hal— kehidupan dan kehilangan. Kiara Snow yang dulu mungkin akan menganggap momen ini adalah momen yang indah. Dia yang dulu terlalu polos, terlalu percaya, dan terlalu berharap bahwa suatu saat nanti dunia akan memperlakukannya dengan adil. Namun, sekarang gadis itu sudah mati. Ia mati pada hari yang sama saat ayahnya menghembuskan napas terakhir.
655 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai sapphire eyes
Baca
+Pustaka
Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda

Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda

Ia memperhatikan deretan batu mulia di balik kaca dengan teliti, , membayangkan sketsa 'Eternal Solace' miliknya. "Pak Damian, sepertinya Blue Sapphire dengan potongan cushion ini yang paling pas." ​Damian menoleh, dahinya berkerut. "Terlalu standar, Bianca. Itu terlalu umum untuk konsep 'Eternal Solace'. Aku ingin sesuatu yang lebih berani."
1045.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai sapphire eyes
Baca
+Pustaka
From Your Eyes Only

From Your Eyes Only

Sepatunya pun, oh tuhan, aku bisa beli seratus pasang seperti itu hanya dari uang sakuku sebulan. Tapi yang membuatku benar-benar tersayat adalah cara Julio menatapnya. Tatapan lembut, penuh cinta, berbeda sekali dengan tatapan Julio padaku dulu. Tatapan itu membuatku ingin muntah, sekaligus ingin menampar wajah mbak-mbak itu. Tatapan Julio itu tidak seharusnya menjadi miliknya, tatapan itu seharusnya milikku.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai sapphire eyes
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Kania Putri
marah kecewa pasti ada ini tapi aq yakin laras bukan tipe cewe pendendam dia dapt memutuskan sesuatu dengan kepala dingin & bukan dengan emosi sesaat. aq yakin sih laras akan memaafkanmu. ya ampun deg2an ini menanti julio berkata jujur pada laras
~•°Putri Nurril°•~
bener² dapat kejutan banget di bab minggu ini. dan setiap permasalahan yang ada pasti ada solusi. novel ini mengajarkan tentang kehidupan yang tak selamanya di atas/ di bawah. ceritanya pun ngeh banget di hati. thanks Ci Net, udah bikin cerita yang luar biasa
Baca Semua Ulasan
Jadi Istri Kedua CEO Dunia Monster

Jadi Istri Kedua CEO Dunia Monster

saat perintah dari Queen of Siren terdengar, langsung saja aku membuka mata. Dua permata indah dengan ukuran besar berwarna biru, layaknya berlian muncul di tangan Queen of Siren. Aku menatap ke wajah Queen of Siren. "Ambillah ini," pintanya mengulurkan tangan yang berisi dua butir permata itu ke arahku. "A–apa ini?" tanyaku memastikan dan masih tak percaya, kalau itu adalah air mata Queen of Siren.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai sapphire eyes
Baca
+Pustaka
EMERALD

EMERALD

Bu Marni menoleh ke arah Syifa dengan tatapan yang tajam, kemudian beralih lagi menatap Ana. “Tidak apa apa Ana, ungkapkan semua yang ingin kamu keluar kan, ada Ibu disini. “ Air mata yang sedari tadi menggenang di pelupuk mata Ana, terjun dengan bebasnya di pipi Ana. Ia menangis mengingat kejadian yang sudah Syifa lakukan padanya.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai sapphire eyes
Baca
+Pustaka
Another Eye

Another Eye

Termasuk bagi seorang gadis yang baru menjadi salah satu bagian di keluarga ini. Bahunya bergetar hebat begitu hembusan dingin menjalari lehernya. Tangannya tak berhenti gemetar ketika matanya bertemu pandang dengan iris merah yang baru saja terbang keluar, semerah anggur yang ia antarkan.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai sapphire eyes
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status