Sentuhan Panas Berujung Menikah
Ia membalas ciuman yang begitu lembut, sebuah ciuman yang terasa seperti janji dan pengakuan.
Namun, ciuman Tian semakin intens. Kelembutan itu perlahan berganti menjadi tuntutan yang panas. Tian menarik Nita lebih dekat, seolah ingin menyatukan setiap inci tubuh mereka. Nita membalas dengan gairah yang sama, membiarkan Tian mendominasi, karena di dalam dekapan pria ini, ia merasa menjadi satu-satunya wanita.
Setelah ciuman panjang yang memabukkan, Tian melepaskan tautan bibir mereka, menyandarkan keningnya di kening Nita. Napas mereka memburu, terdengar berat.