Suami Perkasa
Sukma hanya menghela napas, lalu melangkah pergi tanpa menoleh lagi.
Di luar kafe, angin sore menyapu wajah Sukma. Ia menahan air mata yang hampir pecah. Dunia seolah bersekongkol untuk terus mengingatkannya pada luka. Ia tahu, kepergian Steve dari hidupnya adalah konsekuensi dari pilihan dan keadaan. Namun tetap saja, mendengar Sasa mengucapkan semua itu dengan nada penuh kemenangan, membuat luka yang sudah membiru kembali disayat.