Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
GELORA NAFSU SUAMIKU

GELORA NAFSU SUAMIKU

tegas Reno. "Ma-maksud kamu apa, Mas?" tanya Erika tergagap. "Harusnya kamu tidak perlu bertanya lagi, Erika! Sudah sangat jelas kalau istriku hanya ada satu yaitu Ellea sedangkan wanita lain hanya sebagai selingan saja untukku. Aku tidak berminat menikahi wanita manapun termasuk itu kamu!" Deg.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai saung emak gila
Baca
+Pustaka
Obsesi Gila Si Pembuat Boneka Mayat

Obsesi Gila Si Pembuat Boneka Mayat

Tergantung mereka memahami dari sudut pandang yang mana. 'Miris! Seorang anak tega menghabisi ayah kandungnya!' Salah satu judul artikel yang muncul di internet, isi dari tulisan itu membuat Suga lagi-lagi menghela nafas panjang. Saat ini mau tak mau, departemen harus segera menuntaskan kasus ini dan meriliskan beritanya. "Pimpinan pasti marah besar...." ucap Suga sambil menyandarkan punggungnya dan mengusak poni yang menutupi dahinya ke belakang.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai saung emak gila
Baca
+Pustaka
Menikah Dengan Bocah

Menikah Dengan Bocah

Kami berdua mengangguk. "Dan kamu, belum dibobol sama dia?" Matanya menatap Gia. "Iya, Mak." "Ya ampun kasihan sekali, padahal kamu ayu loh." Si emak mengusap tangan Gia. "Namanya Gia, Mak, bukan ayu," sahutku "Diem kamu!" Bentak si Emak Aku langsung mingkem. "Iya, Mak, kasihan sekali dia, baru menikah tapi belum ngerasain malam pertama, tolongin ya," sahut mama.
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai saung emak gila
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Dadakan Om Pewaris Tampan

Menjadi Istri Dadakan Om Pewaris Tampan

Wanita itu adalah Kemala, seorang perawat home care yang selama ini merawat Santi, mama Sangga. “Mama di mana?” tanya Sangga tanpa basa-basi. “Ibu sedang nonton TV, Mas!” jawab Kelama dengan santun dan senyum yang mengembang indah. “Terima kasih.” Sangga segera mengayunkan kakinya melangkah menuju tempat sang mama berada. “Mas Sangga mau dibikinin minum apa? Kopi?” Kemala terlihat tidak ikhlas karena interaksi dengan Sangga terasa begitu cepat, sehingga dia mencoba untuk menawarkan sesuatu untuk mengulur waktu.
1052.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai saung emak gila
Baca
+Pustaka
Tuan Menjadi Gila Setelah Nyonya Pergi

Tuan Menjadi Gila Setelah Nyonya Pergi

Sang istri dengan sabar mengajari suaminya yang bersemangat untuk belajar. Sasa berkurung di dalam kamar. Dia menatap dari dari pantulan cermin. Wanita itu sangat marah karena berita tentang Mahira dan Elvis terus menjadi trending. “Aku benar-benar telah dihapuskan. Namaku diganti oleh wanita jalang yang datang tanpa diundang. Mahira harusnya kamu mati saja.” Sasa melempar botol parfum ke cermin hingga pecah. Cairan wangi merebak memenuhi ruangan kamar.
1096.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai saung emak gila
Baca
+Pustaka
Anak Yang Terlahir dari Rahim Wanita Gila

Anak Yang Terlahir dari Rahim Wanita Gila

Kuangkat benda pipih itu begitu tahu siapa yang menelpon. [Hallo Pak Pram.] [Hallo. Mohon maaf Pak Fadly. Sepertinya kami harus membatalkan kedatangan malam ini.] [Lo, sebenarnya ada apa, Pak?] [Mobil yang dijalankan Fandy tadi menabrak seorang wanita gila.] Hah? Degup di dada seketika berpacu. [Wanita gila?] [Iya, sekarang sedang dirawat di rumah sakit Cempaka Putih. Sekali lagi mohon maaf ya, Pak.]
1028.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 664 kali sebagai saung emak gila
Baca
+Pustaka
Marlon Menantu Terhebat

Marlon Menantu Terhebat

tegas Sugalih lagi. “Iya, Pah, maklum lah ini kan hari pertama Mama keluar sama teman-teman baru Mama, enggak mungkin Mama pamit pulang duluan, nanti Mama malah dibilang sombong dan tidak ditemani lagi sama mereka,” jawab Kemala merasa pertanyaan suaminya menyindir dirinya. “Iya... iya... Papa cuma ingin memastikan saja,” balas Sugalih.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai saung emak gila
Baca
+Pustaka
Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat

Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat

tanya Malik benar-benar heran. "Nenek Atun tadi ditelepon Nyonya Sheila, pemilik perumahan di sebelah ini. Katanya ada yang sakit badan. Sebenarnya Nenek ini paraji, Den, tapi Nenek bisa mengurut juga kalau cuma pegal-pegal biasa." "Hah?" Malik melongo kaget mendengar penuturan wanita tua di hadapannya. "Paraji?" ulang Malik bingung. "Itu bukannya dukun beranak untuk yang melahirkan ya, Nek?"
1046.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai saung emak gila
Baca
+Pustaka
Ketika Anak Sambungku Tiba-tiba Berubah

Ketika Anak Sambungku Tiba-tiba Berubah

Aku bersama Saga pun masuk, menemui Mak Nia yang ternyata sedang berkutat dengan pekerjaannya di dapur. "Emak sedang apa? Aku kira, Emak sakit. Dari pagi enggak aku lihat Emak keluar rumah," kataku, saat melihat wanita paruh baya itu. "Emak lagi buat rengginang, Sah. Tadi pagi, Emak buat yang manis, sekarang yang asin." "Banyak banget, Mak. Kayak yang mau hajatan." "Lah iya. Harus banyak, Sah. Selain untuk Emak makan sendiri, ini Emak buat untuk syukuran empat bulanan Neng Rahma. Nanti bakalan ada pengajian, kan?"
6.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai saung emak gila
Baca
+Pustaka
Nasi Kotak

Nasi Kotak

Mereka membawa berbagai macam buah tangan. Warga yang dulu sangat membenciku silih berganti memanjatkan doa untuk kesembuhan Emak. Tetapi dari sekian warga yang datang, aku tidak melihat Bu Evi dan Bu Atik. Padahal yang sakit tidak hanya Emak, tapi juga Bu Kadus. Berusaha menepis pikiran yang tidak-tidak tentang mereka berdua. "Ci, San. Kapan Emak boleh pulang?" "Nanti, Mak. Kalau sudah sembuh pasti diizinkan pulang," jawab salah satu warga.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 653 kali sebagai saung emak gila
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status