Bangkitnya Istri Kaya yang Terluka
Ia terlihat kurus dan pucat, matanya sembab, dan senyumnya terlihat dipaksakan.
"Sasi? Masuk, masuk," kataku, menggamit lengannya. "Ada apa?"
Sasi duduk di sofa, menundukkan kepalanya. "Maaf, Nada. Aku... aku butuh bantuanmu."
Aku mengangguk. "Bantuan apa? Bicara saja, aku akan bantu jika aku bisa."
Sasi menatapku dengan mata berkaca-kaca. "Aku... aku ingin menjenguk Danar. Dan juga ibunya. Tapi aku...." Sasi tak melanjutkan kata-katanya.
인기 회차