DOSA TERINDAH
Kenapa kata itu justru mengingatkanku pada seseorang, yang secara kebetulan mengirm pesan padaku disaat aku sedang memikirkannya.
[Menangislah seperlunya, kamu perlu menangis untuk mengeluarkan semua bebanmu. Tapi jangan terlalu menangisi hal yang tak pantas untuk kamu tangisi. Kamu itu berharga, dan kamu pantas bahagia, Aya. Hiduplah dengan bahagia. Karena jika kamu tak bahagia, maka aku akan mencari cara untuk mendatangkan kebahagiaan itu padamu.]
Hanya satu pesan itu, tapi mampu menghapus semua rasa amarah yang tertinggal oleh perlakuan Mas Adam tadi. Maka bisakah aku menolak rasa yang kini hadir memenuhi relung hati?