Wonderstruck
Ji Hwan tertawa pelan dengan kepala menggeleng.
“Kalau itu, sama sekali nggak bisa, Mara. Itu kan perasaanku, mana mungkin bisa dilarang. Walau oleh kamu sekalipun.”
“Tapi, kamu sudah melihat kalau aku....”
“Santai saja! Hal-hal seperti itu nggak akan membuatku patah semangat, kok! Eh, sekadar saran, Mara. Kamu seharusnya mempertimbangkan orang yang udah melihatmu dalam kondisi terburuk tapi tetap tak berubah pikiran. Marah-marah salah satunya,” gurau Ji Hwan sambil tersenyum.