Buanglah Suami Pada Pelakornya
“Sesil, tahukah kamu betapa menakutkannya kamu semalam, wajah tanpa ekspresi di muka cantikmu lebih menakutkan dari boneka Annabelle. Aww.. sakit…”
“Jaga mulut embermu, Nari.”
Nana berbalik dan mencubit pinggang ramping Nari dan memutarnya, membuat Nari kesakitan dan Nala tertawa terpingkal-pingkal.
“Hahaha…tapi itu tidak sepenuhnya salah, semalam benar-benar menegangkan, terakhir kali kami melihat ekspresi itu Sesiliana yang ku kenal menjadi semakin mirip Tuan bos. Melihatmu seperti tadi malam membuat kami semua sedikit trauma dan takut. Takut besoknya kami semakin tidak mengenalimu.” ujar Nala.