Rahasia Hati Mafia Dingin
“Kalau begini, aku bisa habiskan satu piring sendiri.”
Ketika pasta mereka tiba, aroma khas Italia langsung memenuhi meja. Mangkuk Ruby berisi pasta krim jamur dengan taburan parsley segar, sementara piring Nio penuh dengan pasta bolognese yang kaya saus tomat.
“Selamat makan,” ucap Ruby sambil tersenyum.
“Selamat makan,” balas Nio, mengangkat garpunya.
Mereka makan dengan santai, kadang-kadang saling menyuapi meski Ruby sempat menolak malu-malu. “Kita seperti pasangan yang baru pacaran saja,” ucapnya, wajahnya sedikit merah.
Hot Chapters