Ahli Waris
Minah berkacak pinggang sambil berteriak.
“Agus, keluar!”
“Gawat ini, Man. Dia sangat marah,” kataku sambil menepuk pundak Rahman.
“Man, atasi!”
Rahman menggeleng cepat. Tidak aku percaya dia melakukan itu. “Man, katanya kamu suka sama yang galak karena enak. Kok, sekarang kamu begitu?” tanyaku mengernyit.
“Sayur asem itu enak Gus walaupun asem. Tapi, kalau asemnya kebanyakan, rasanya mules Gus. Kamu atasi, Gus.”
Capítulos Populares