Rayuan Maut Para Tetanggaku
Tak lama, dia kembali dengan nampan berisi beberapa toples camilan seperti kemarin dan segelas kopi susu.
“Nih kopinya spesial untuk kamu, Mbak sengaja tambahkan banyak susu dan ini ada cemilannya juga," katanya, meletakkan nampan di depanku. Dia memperjelas kata 'susu' seperti sengaja.
“Terima kasih, Mbak,” kataku, mengambil gelas kopi dan menyesapnya sedikit.
Rasa manisnya pas, aku menyesapnya sedikit. Lalu aku letakkan gelasnya kembali.