Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pelukan Sang Majikan di Malam Hari

Pelukan Sang Majikan di Malam Hari

Aroma bunga segar menyapa indra penciuman Sera ketika dia memasuki sebuah toko bunga. Tanpa ragu, dia menghampiri etalase bunga tulip, membeli beberapa ikat, untuk dia letakkan di rumah majikannya sesuai perintah Celine. Setelah membayarnya di kasir beberapa saat kemudian, Sera memeluk bunga itu dan hendak meninggalkan toko.
1045.4K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as seikat bunga
Show Reviews (16)
Read
+Library
Valenka Lamsiam
selalu seruuuu, bikin penasaran. si raja tega, es batu, dan tak berperasaan diawal. dan pasti nantinya kena kutukan jadi pria bucin parah gak ada obat. ehhh cerita kali inimah agak lain. dari awal bertemu aja sudah kena kutukan tuh bang revan. normalnya cuma berlaku buat sera aja.
radayinta
Semangatz kak ocha, aku selalu menunggu dan membaca karya-karyamu Cerita ini agak beda dengan yang sebelumnya, namun untuk latar belakang, yang satu kaya dan satu miskin sudah biasa di jadikan dalam latar belakang cerita, jadi tetap lanjutkan ceritanya kak
Read All Reviews
Dilamar Tuan Muda Perfeksionis

Dilamar Tuan Muda Perfeksionis

Saat See han menawarkan bunga, semua ibu ibu komplek itu keluar, bukan karena ingin membeli bunga, tapi karena ingin melihat tukang bunga tampan. Karena Ibu ibu komplek itu sudah keluar, See han mencoba membuat ibu ibu yang sekedar melihat nya menjadi membeli bunga. Dengan modal ketampanannya, semua bunga yang dia bawa habis terjual. See han pun kembali kerumah Bela, Bela yang melihat bunga yang dibawa See han sudah tidak ada lagi pun bertanya. "Kemana semua bunganya? " tanya Bela
103.3K viewsOngoingAdded to Library 122 Times as seikat bunga
Read
+Library
Tawanan Sang Mafia - New Story (Saga & Sesil)

Tawanan Sang Mafia - New Story (Saga & Sesil)

Sesil merasa seperti berada di taman bunga. Seorang petugas toko mengucapkan selamat siang dan menawarkan bantuan. Sesil membalas senyum wanita muda itu, mengatakan ingin melihat-lihat dulu. Berjalan pelan mengamati satu persatu jenis bunga dengan warnanya masing-masing. Mulai dari mawar, anggrek, tulip, dan entah apa lagi jenisnya. Hanya sedikit yang ia ketahui namanya. “Aku ingin rangkaian bunga untuk pengantin,” kata Sesil kemudian.
9.951.7K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as seikat bunga
Show Reviews (23)
Read
+Library
Ceuceu Eka
...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️
anggiqb 12
cerita nya seru, menegangkan, dan gak terlalu panjang untuk cerita nya aku suka baca novel yang gak terlalu panjang alur cerita nya. ini sih terbaik ya novel nya gak kalah sama yang di toko , pertahankan deh buat novel yang gak terlalu panjang gini .........
Read All Reviews
Alkisah Bunga Teratai

Alkisah Bunga Teratai

Setelah itu juga dia ingin pergi lagi ke suatu tempat yang sudah lama ingin dituju. Langkahnya terhenti ketika dia berada di depan toko bunga. Dia masuk ke halaman depan toko tersebut tanpa pikir panjang lagi. Matanya mengarah ke sisi kiri dan kanan jalan masuk. Deretan buket bunga terpajang dari segala sisi dan dia sudah jelas kebingungan. Ketika pandangannya mengarah ke buket bunga mawar kuning, dia terpaku seperti sihir. ***
4.5K viewsCompletedAdded to Library 166 Times as seikat bunga
Read
+Library
Wanita Penjual Bunga

Wanita Penjual Bunga

Baiklah, Metha harus menegaskan lagi bahwa ia sudah terbiasa diperlakukan seperti ini oleh orang lain. Kini Metha sedang membantu pekerjaan yang lain, yaitu merapihkan bunga-bunga yang tampak acak-acakan, memilah bunga yang sudah mulai layu dan memasukkannya pada keranjang untuk di rawat kembali sebelum benar-benar layu dan tidak layak untuk di jual. "Metha, tolong antarkan bunga ini pada Tuan Robert!" Metha menghentikan kegiatan merapikan bunganya. Ia menoleh ke kiri, mendapati Luxe—pemilik toko ini—yang sedang membawa bucket bunga mawar merah berukuran besar.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as seikat bunga
Read
+Library
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Seketika, dia melihat sebuah toko bunga di pinggir jalan yang ramai, bernama Toko Bunga Harmonis. Di depan toko, tersusun beberapa deret bunga anyelir yang segar dan berwarna cerah. Tampak tertata dengan sangat hangat. "Bos, itu toko bunga kakakku," kata Zayn sambil menunjuk papan nama Toko Bunga Harmonis, lalu membuka pintu mobil. Ewan ikut turun. Namun, begitu mereka berdua masuk ke dalam toko, senyum di wajah mereka langsung menghilang.
9.51.1M viewsOngoingAdded to Library 35.2K Times as seikat bunga
Read
+Library
Setelah Berpisah, Bunga Persik Tetap Mekar

Setelah Berpisah, Bunga Persik Tetap Mekar

Naomi tanpa sadar teringat Zidan, tetapi ketika dia mengambil kartu nama di bunga itu dan melihatnya, raut wajahnya berubah masam. Bunga itu dari Rehan. Sebelum dia sempat berbicara, perawat di meja resepsionis lain juga masuk sambil membawa bunga. Kali ini bunga dari Revan. Dia merasa kesal di hatinya dan mengerucutkan bibirnya. “Buang saja.” Setiap hari setelah itu, Rehan dan Revan akan mengirimkan karangan bunga ke rumah sakit. Mereka memang tidak muncul secara langsung, tetapi kehadiran mereka jelas-jelas menjengkelkan.
7.4K viewsCompletedAdded to Library 280 Times as seikat bunga
Read
+Library
Saat Kupergi, Bunga Bermekaran

Saat Kupergi, Bunga Bermekaran

Sebelum naik pesawat, aku mematikan ponselku dan memasukkannya ke dalam kotak hadiah yang seharusnya menjadi kejutan ulang tahun pernikahan. Aku lalu meminta seseorang untuk mengantarkannya kepada Renaldo. Ini adalah pita merah yang dipilihkannya sendiri untukku. Sekarang, aku mengikatkannya ke kotak sebagai hadiah perpisahan. Kembang api yang merayakan ulang tahun pernikahan menerangi seluruh langit malam tepat pada waktunya di kebun mawar. Di bawah langit berbintang itu, tempat itu ramai orang dengan aktivitas, denting gelas terdengar riuh.
24.1K viewsCompletedAdded to Library 603 Times as seikat bunga
Read
+Library
Bunga Gugur, Rindu Pun Usai

Bunga Gugur, Rindu Pun Usai

Nathan pulang dalam keadaan lelah, debu masih menempel di tubuhnya dan di tangannya tergenggam seikat bunga segar. Dia berjalan ke arahku, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah atau penyesalan. "Rebecca, aku bawakan bunga mawar kesukaanmu." Mawar merah yang melambang cinta yang tulus dan membara, kini berada di tangan Nathan. Namun, di mataku, itu tidak lebih dari sebuah lelucon.
22.6K viewsCompletedAdded to Library 565 Times as seikat bunga
Read
+Library
Pendekar Pedang Tengkorak

Pendekar Pedang Tengkorak

Tatapan keduanya bertemu, dan Sekar bisa melihat tidak ada kebohongan di mata Catra, sebaliknya hanya ketulusan. Catra kemudian mengeluarkan setangkai bunga berwarna putih kebiruan dari balik pakaiannya. Kelopaknya tampak berkilau diterpa cahaya lampu minyak. Butiran embun di atasnya tetap bening meski sudah dipetik. "Ini..." Sekar sedikit terkejut. "Bunga untukmu." Catra menyodorkannya pelan. "Aku tidak membutuhkannya."
10794 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as seikat bunga
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status