Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Wanita Penjual Bunga

Wanita Penjual Bunga

Baiklah, Metha harus menegaskan lagi bahwa ia sudah terbiasa diperlakukan seperti ini oleh orang lain. Kini Metha sedang membantu pekerjaan yang lain, yaitu merapihkan bunga-bunga yang tampak acak-acakan, memilah bunga yang sudah mulai layu dan memasukkannya pada keranjang untuk di rawat kembali sebelum benar-benar layu dan tidak layak untuk di jual. "Metha, tolong antarkan bunga ini pada Tuan Robert!" Metha menghentikan kegiatan merapikan bunganya. Ia menoleh ke kiri, mendapati Luxe—pemilik toko ini—yang sedang membawa bucket bunga mawar merah berukuran besar.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as seikat bunga
Read
+Library
Setelah Berpisah, Bunga Persik Tetap Mekar

Setelah Berpisah, Bunga Persik Tetap Mekar

Naomi tanpa sadar teringat Zidan, tetapi ketika dia mengambil kartu nama di bunga itu dan melihatnya, raut wajahnya berubah masam. Bunga itu dari Rehan. Sebelum dia sempat berbicara, perawat di meja resepsionis lain juga masuk sambil membawa bunga. Kali ini bunga dari Revan. Dia merasa kesal di hatinya dan mengerucutkan bibirnya. “Buang saja.” Setiap hari setelah itu, Rehan dan Revan akan mengirimkan karangan bunga ke rumah sakit. Mereka memang tidak muncul secara langsung, tetapi kehadiran mereka jelas-jelas menjengkelkan.
7.5K viewsCompletedAdded to Library 285 Times as seikat bunga
Read
+Library
Saat Kupergi, Bunga Bermekaran

Saat Kupergi, Bunga Bermekaran

Sebelum naik pesawat, aku mematikan ponselku dan memasukkannya ke dalam kotak hadiah yang seharusnya menjadi kejutan ulang tahun pernikahan. Aku lalu meminta seseorang untuk mengantarkannya kepada Renaldo. Ini adalah pita merah yang dipilihkannya sendiri untukku. Sekarang, aku mengikatkannya ke kotak sebagai hadiah perpisahan. Kembang api yang merayakan ulang tahun pernikahan menerangi seluruh langit malam tepat pada waktunya di kebun mawar. Di bawah langit berbintang itu, tempat itu ramai orang dengan aktivitas, denting gelas terdengar riuh.
24.3K viewsCompletedAdded to Library 607 Times as seikat bunga
Read
+Library
Bunga Gugur, Rindu Pun Usai

Bunga Gugur, Rindu Pun Usai

Nathan pulang dalam keadaan lelah, debu masih menempel di tubuhnya dan di tangannya tergenggam seikat bunga segar. Dia berjalan ke arahku, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah atau penyesalan. "Rebecca, aku bawakan bunga mawar kesukaanmu." Mawar merah yang melambang cinta yang tulus dan membara, kini berada di tangan Nathan. Namun, di mataku, itu tidak lebih dari sebuah lelucon.
22.8K viewsCompletedAdded to Library 568 Times as seikat bunga
Read
+Library
Pendekar Pedang Tengkorak

Pendekar Pedang Tengkorak

Tatapan keduanya bertemu, dan Sekar bisa melihat tidak ada kebohongan di mata Catra, sebaliknya hanya ketulusan. Catra kemudian mengeluarkan setangkai bunga berwarna putih kebiruan dari balik pakaiannya. Kelopaknya tampak berkilau diterpa cahaya lampu minyak. Butiran embun di atasnya tetap bening meski sudah dipetik. "Ini..." Sekar sedikit terkejut. "Bunga untukmu." Catra menyodorkannya pelan. "Aku tidak membutuhkannya."
101.5K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as seikat bunga
Read
+Library
Bunga yang Telah Mekar Enam Puluh Kali

Bunga yang Telah Mekar Enam Puluh Kali

Matanya penuh senyum. "Prosedur pemulangan telah selesai. Ini bunga yang dipetik kedua anak pagi ini. Mereka ingin mengucapkan selamat atas kepulangan dari rumah sakit." Nathan dan Nolan bersandar di kedua sisi. "Tante Emily, lihat, masih ada embun di bunga-bunga ini!" "Tante Emily, bunga-bunga ini membuatmu terlihat sangat cantik!" Brian menggenggam tangan Emily, kedua anak itu mengikuti di sisi kiri dan kanannya. Mereka berempat meninggalkan bangsal, membuat para perawat di belakang mereka iri.
3.4K viewsCompletedAdded to Library 119 Times as seikat bunga
Read
+Library
Kebangkitan Giok Karana (Karma Dari Giok Leluhur)

Kebangkitan Giok Karana (Karma Dari Giok Leluhur)

Enam Bulan Kemudian. Musim semi telah tiba di Seoul. Bunga sakura bermekaran dengan indah di sepanjang tepi danau Seoul Grand Park, kelopak-kelopaknya berguguran seperti salju pink yang lembut setiap kali angin bertiup.
3.0K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as seikat bunga
Read
+Library
Aku Melihatmu Saat Melihat Bunga

Aku Melihatmu Saat Melihat Bunga

Jadilah aku memilih duduk tenang sambil memperhatikan keadaan sekitar. Lima belas menit setelahnya Syailendra masuk lagi ke dalam mobil, satu tangannya membawa bunga... Angelica kalau tidak salah itu namanya. Lalu salah satu tangannya lagi menenteng plastik putih. Dia memberikan bunga itu padaku dan berkata, “Ayok foto, terus upload deh.” Aku memicingkan mata menatapnya, lalu memperhatikan bunga yang Syailendra berikan.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as seikat bunga
Read
+Library
Perpisahan Di Musim Salju

Perpisahan Di Musim Salju

Rai membawanya ke Hitsujiyama Park, dia membawanya untuk melihat Bunga Shibazakura. Tanpa di sadari Ken yang bersamaan keluar melihat mereka dan mengikuti mobil Rai dari belakang. Ken takut jika Rai akan membuat Rin menangis lagi seperti kemarin saat di toko ponsel. Rin terkejut Rai akan membawanya ke sini. Baru pertama kali Rin ke tempat ini dan pertama kali juga melihat hamparan Bunga Shibazakura. Dia melihat bunga-bunga indah yang berwarna ungu, putih, biru dan pink. Indah sekali..
4.7K viewsOngoingAdded to Library 189 Times as seikat bunga
Read
+Library
White Rose Petal

White Rose Petal

Tetapi tetap saja, semua ekspresi laki – laki itu tidak bisa menyembunyikan raut mukanya malam ini, tulang pipi laki – laki itu memerah, bukan hal biasa yang keluar saat laki – laki itu sedang kesal, seperti suatu hal yang erat dengan hal salah tingkah. Charisa masih diam, gadis itu belum tahu harus mengucapkan kalimat seperti apa. Dua bola matanya yang mungil dan bulat itu menelusuri barang – barang yang dibawa oleh pria itu. Laki – laki itu membawa sebuah boneka kelinci lucu yang cukup besar, membawa beberapa kumpulan balon bewarna pink, ungu dan putih yang sudah ditiup dan mengembang ke atas langit malam hitam yang cerah. Pria dingin itu juga membawa sebuket bunga mawar putih besar yang s
1030.3K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as seikat bunga
Show Reviews (51)
Read
+Library
amandaayla
Huaaaaa aku terharu, bisa baca dan nungguin cerita ini sampai tamat😭 Terima kasih kepada kak Ailana Misha untuk karya kerennya ini. Love this book, such an emotional, lovely story :( Happy ever after Charisa, Skandar and the baby❤️ Aku tunggu cerita kakak yang lain yah💜
Anna Riana
Aku pasti kangen cerita inii.... Makasi banyak kak Ailana udah nulis cerita White Rose Petal ini. Ceritanya indah, nyentuh, tiap babnya aku ikut emosional. Hatiku kayak di aduk aduk tiap baca perbabnya. Suka suka sama ceritanya <3
Read All Reviews
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status