Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mencintai Memori Terkelam

Mencintai Memori Terkelam

Seika menatap kagum kepada dirinya sendiri di dalam cermin. Ia menjelma begitu cantik dan menawan dalam balutan kimono formal berwarna merah muda dengan motif bunga sakura. Penampilannya disempurnakan oleh rambut yang di gulung ke atas dengan rapi dan diselipkan tusuk konde berwarna perak berbentuk naga sebagai penghiasnya. Wajahnya diberi riasan tipis membuat Seika semakin manis.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 164 Times as seikat bunga
Read
+Library
Bunga Takdir

Bunga Takdir

Dia merasa tak perlu membuka forum, karena mama sudah memberitahukan secara langsung. Dirinya mulai terlelap. Bunga tidur menghantarkannya kembali pada mimpi yang sama seperti kemarin. Berbeda dengan kemarin yang wajahnya samar, wajah sosok lelaki misterius kini tampak jelas terlihat. Yara yang menyadarinya pun segera membuka matanya secara paksa. Napasnya berderu tidak beraturan, keringat memenuhi wajahnya. Dia mengusap wajahnya berulang kali, "I-ini ... Gak mungkin!"
102.7K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as seikat bunga
Read
+Library
The Present Of Love

The Present Of Love

Seila suka kerja di sini karena bisa lihat yang indah-indah dan beraroma wangi. “Permisi, saya mau beli bunga!” Suara seorang pria terdengar memesan sesuatu. Seila masih sibuk menata bunga-bunga agar terlihat rapi, dia tidak melirik pelanggan yang baru datang. “Berapa tangkai, ya? Tunggu sebentar!” Masih nanggung belum mau beranjak dari merapikan bunga mawar berwarna merah ini.
1012.9K viewsCompletedAdded to Library 308 Times as seikat bunga
Read
+Library
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

Di atas meja terdapat hiasan setangkai Bunga Mawar merah, Bisma mengambil bunga mawar itu lalu diberikan kepada Azalea. "Azalea, hari ini kamu cantik sekali, ini untukmu, wanita cantik sepertimu cocok dengan bunga cantik seperti ini," puji Bisma. "Ohh terima kasih," jawab Azalea dan menerima bunga pemberian Bisma. Lingga terus melirik sinis ke arah Bisma. "Ehemm.. permisi aku ke toilet dulu," ucap Lingga. Tidak lama Bisma juga menyusul. Lingga ke toilet. Di depan kaca toilet Bisma menghampiri Lingga yang sedang mencuci tangannya.
107.8K viewsCompletedAdded to Library 265 Times as seikat bunga
Read
+Library
Aku Melihatmu Saat Melihat Bunga

Aku Melihatmu Saat Melihat Bunga

Jadilah aku memilih duduk tenang sambil memperhatikan keadaan sekitar. Lima belas menit setelahnya Syailendra masuk lagi ke dalam mobil, satu tangannya membawa bunga... Angelica kalau tidak salah itu namanya. Lalu salah satu tangannya lagi menenteng plastik putih. Dia memberikan bunga itu padaku dan berkata, “Ayok foto, terus upload deh.” Aku memicingkan mata menatapnya, lalu memperhatikan bunga yang Syailendra berikan.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as seikat bunga
Read
+Library
Terjerat Gairah Paman Suamiku

Terjerat Gairah Paman Suamiku

Sontak dia pun menoleh dan terkejut melihat Sebastian yang kini sudah berdiri di depan meja kerjanya sambil memeluk sebuah buket bunga mawar berwarna merah muda dan juga sebuah bingkisan lainnya. "A-Apa yang kau lakukan sepagi ini di depan mejaku?" tanya Esme gugup. Sebastian tak langsung menjawab. Dia lebih dulu mengulurkan buket bunga itu pada Esme dan menaruh bingkisannya di atas meja kerja perempuan itu. "Untukmu," jawabnya ringan. Gaya bicara Sebastian yang tiba-tiba santai ini membuat Esme semakin terkejut. "Dan bunga ini dalam rangka apa?" lagi Esme bertanya.
1030.8K viewsCompletedAdded to Library 738 Times as seikat bunga
Read
+Library
Putra Putri Bunga

Putra Putri Bunga

tanya Dio melirik pot di sampingnya yang seingatnya tak pernah ada di situ. “Tadinya pot itu diisi bunga petunia. Tapi bunga itu hanya bisa hidup sebentar, jadi dia meninggalkan bunga lain di sampingnya yang bahkan sudah lebih dulu hidup,” ada jeda sebelum Rosa melanjutkan, “itu kata Bibi Monika. Kurasa potnya dipindahkan ke sini untuk diisi bunga lain.” Dio menangkap nada kesedihan dalam kalimat gadis itu. Apa kematian bunga itu benar-benar membuatnya sangat sedih? Tanpa sadar Dio terkekeh.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as seikat bunga
Read
+Library
Kebangkitan Dewi Bunga

Kebangkitan Dewi Bunga

Semakin lama mendengar, dadanya semakin terasa sesak. Pohon besar di atas mereka bereaksi. Perlahan muncul energi yang membentuk sekian banyak kelopak bunga. “Dewi memberkati kita!” “Setelah sekian lama, akhirnya pohon roh berbunga!” seru beberapa makhluk dengan wajah berseri. Kelopak-Kelopak bunga itu jatuh mengenai para makhluk. Tubuh mereka perlahan berubah usai menerima energi dari kelopak bunga.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as seikat bunga
Read
+Library
Terpikat Mayor Ajudan Bapak

Terpikat Mayor Ajudan Bapak

Tanpa kertas, hanya bunga Daisy yang terikat yang begitu banyak Wira berjalan menuju mobil lagi. "Pegang milikmu." Bunga itu memenuhi pangkuan Sekar yang duduk dengan tatapan terkejut. "Ini untuk anakku." Tak lupa Wira juga membelikan bunga untuk putrinya. "Tidak adakah kata-kata manis saat memberikan bunga ini. Kenapa pria kulkas 10 pintu tidak bisa bersikap romantis dengan kata-kata." Sambil menatap bunga yang ada di pangkuannya, Sekar menyindir Wira.
108.1K viewsCompletedAdded to Library 267 Times as seikat bunga
Read
+Library
Gadis Pilihan Pangeran Berhati Dingin

Gadis Pilihan Pangeran Berhati Dingin

Berwujud aneh dari tumbuhan pada umumnya. "Sebenarnya, tempat apa ini?" gumam Kaelan sembari mengamati sekitar. Tatapannya teralihkan pada bunga berkelopak tipis menyerupai sayap serangga dengan warna perak kebiruan di dekat sebuah nisan berlumut, di seberang tempat mereka berada. Bunga-bunga itu terus berayun. Bukan karena tertiup angin, tapi seakan condong ke arah Elara. Seolah tumbuhan itu mengenali sesuatu yang ada pada diri Elara.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as seikat bunga
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status