PENDEKAR TAPAK DEWA
Setelah itu Paduka Sandaka Dana menduduki kursi besarnya yang di tengah, lalu diikuti oleh Putri Taju Saladi di sebelah kakan dan Putri Mantika di kursi yang sebelah kiri ayahandanya.
Begitu ketiganya duduk, terdengar lagi bunyi dentuman lain yang sangat membahana dari puluhan alat-alat musik pukul berupa genderang, gendang sedang, dan gendang kecil, yang diiringi dengan suara puluhan serunai. Alat musik itu dimainkan para ahli musik tabuh dan tiup yang duduk berjejer di semua sisi alun-alun yang dijadikan sebagai ajang perang tanding terbesar itu.