KEMBALINYA SANG RATU
“Namun sekarang mereka bangkit, memulihkan taman itu sebagai tempat ziarah budaya, sebagai pengingat bahwa tak ada kehancuran yang terlalu besar untuk diubah menjadi kekuatan.”
Sinta menggenggam tangan Lintang, seakan ingin menyerap setiap pesan itu. “Dan bagaimana dengan kita, Bu?” Lintang melanjutkan, “Buton juga pernah menorehkan sejarah panjang—kerajaan maritim yang peradabannya membentang jauh ke Afrika dan Arab, pusat rempah dunia. Namun zaman membuat kita terpecah, kehilangan jejak kebanggaan sendiri. Jika kita tak belajar menaklukkan malu atas reruntuhan sejarah, kita akan terus terhina oleh kekuasaan masa kini.”