Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan
ujar Bram kejam tanpa memikirkan perasaan istrinya yang telah hancur.
Bram memajukan wajahnya, berbisik tepat di depan wajah Dania dengan nada suara yang teramat merendahkan. "Sadar diri, Dania. Kamu itu kaku seperti mayat di atas ranjang! Membosankan! Wajahmu yang sok suci itu membuatku muak dan kehilangan gairah! Berbeda dengan Siska. Lihat dia... dia jauh lebih menarik, lebih sensual, dan dia mampu membuatku terus bergairah hingga berkali-kali tanpa harus membuatku menunggu selama dua jam seperti yang kamu lakukan semalam! Kamu itu yang tidak becus menjadi wanita, Dania!"
Deg!