Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tanpa Restu

Tanpa Restu

Aku tak berani untuk meminta pada ibuku, karna aku yang menginginkan ini semua, maka dari itu aku harus menanggungnya sendiri. Tok..tok..tok.. "biiii...biii..." " Iya masuk Dam " Adam adalah ponakan Evan, dia masih berumur 13 tahun. " Bi..bibi jika siang tidak jajan ya? Tidak punya uang ya bi? " " Iya Dam, mamang kan cuma memberi bibi mie instan hanya di pagi hari "
4.5K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as sejenak
Read
+Library
Gemintang

Gemintang

ujar Johnny lalu menyalakan TV yang sedari tadi dalam posisi off. “Kerja weh hayuh, beunghar henteu stress enya,” Sena dengan wajah menyebalkannya menirukan suara dari aplikasi yang tengah viral. “Sialan lo !!! Sorry, emang kerjaan sebanyak itu,” Keenan memberikan kode pada maid agar menyediakan minuman untuk ketiga sahabatnya itu.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 163 Times as sejenak
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

Di mana harga diriku sebagai istri? 💔💔💔 Terima kasih sudah membaca Ujung Senja. Semoga suka dan tetap mengikuti ceritanya. Jangan lupa vote, ya, teman-teman💜
108.5K viewsCompletedAdded to Library 312 Times as sejenak
Read
+Library
TEMAN SEKAMAR

TEMAN SEKAMAR

Silakan mampir dan berikan review yang ok yaaa. Review ok dan banyak komentar = update makin cepat... Tengkyuuu...ditunggu kedatangannya di lapak ane yaa... muachhh... Nana
9.88.8K viewsOngoingAdded to Library 175 Times as sejenak
Read
+Library
CATATAN UNTUK SENJA

CATATAN UNTUK SENJA

Percakapan konyol tentang sebatang cokelat, sampai percakapan itu menjadi sebuah kenyataan. 'Kalo kamu pilih cokelat almond ini, kamu akan bahagia, Ja. Dan, kalo kamu pilih cokelat hazelnut, kamu akan terus tertawa.' 'Kalo gitu, Senja akan pilih cokelat kacang rasa mint aja.' 'Kenapa?' 'Karena Senja udah cukup bahagia, selama Senja berada di dekat Langit. Jadi, Senja nggak perlu mencari kebahagiaan lain dari cokelat almond dan cokelat hazelnut ini.'
105.3K viewsOngoingAdded to Library 181 Times as sejenak
Read
+Library
Paku Emas di Kepala Istriku

Paku Emas di Kepala Istriku

𝑎𝑦𝑎? 𝐾𝑒𝑛𝑎𝑝𝑎?" "𝐷𝑖 𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑔𝑒𝑙𝑎𝑝 𝑑𝑒𝑘𝑎𝑡 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑖𝑚𝑝𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛, 𝑠𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑚𝑝𝑜𝑘𝑎𝑛, 𝑀𝑏𝑎𝑘. 𝐽𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑙𝑒𝑤𝑎𝑡 𝑠𝑖𝑡𝑢, 𝑑� ��ℎ."
102.3K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as sejenak
Read
+Library
Dekapan Hangat Om Dokter

Dekapan Hangat Om Dokter

Layaknya orang yang sedang menimbang sesuatu. “Mas?” “Keknya kalau itu, bukan ranahku, deh Nja.” Kenzo menggerayangi tengkuknya. “Sorry, ya.” Senja mengangguk, ia mencoba tersenyum supaya tidak terlihat keberatan sama sekali. “Kalian ngapain?” Suara berat itu membuat Senja dan Kenzo tersentak. Mata Senja mendelik dengan mulut penuh makanan.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as sejenak
Read
+Library
Ranjang Panas Istri Kedua

Ranjang Panas Istri Kedua

tutur Senja. "Iya sama sama. Kalau kamu mau ambil mangga lagi, silahkan langsung datang!" Johan tersenyum ramah kepada Senja. Bi Sari dan Senja pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Senja meminta Bi Sari untuk membuatkannya sambal rujak buah. "Bibi, tolong buatkan aku sambal yang pedas ya? Untuk teman cocolan mangga muda!"
1014.3K viewsCompletedAdded to Library 286 Times as sejenak
Read
+Library
Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan

Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan

ujar Bram kejam tanpa memikirkan perasaan istrinya yang telah hancur. Bram memajukan wajahnya, berbisik tepat di depan wajah Dania dengan nada suara yang teramat merendahkan. "Sadar diri, Dania. Kamu itu kaku seperti mayat di atas ranjang! Membosankan! Wajahmu yang sok suci itu membuatku muak dan kehilangan gairah! Berbeda dengan Siska. Lihat dia... dia jauh lebih menarik, lebih sensual, dan dia mampu membuatku terus bergairah hingga berkali-kali tanpa harus membuatku menunggu selama dua jam seperti yang kamu lakukan semalam! Kamu itu yang tidak becus menjadi wanita, Dania!" Deg!
101.8K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as sejenak
Read
+Library
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

maki Mentari. “Some mouth you have there, my little devil,” sahut Senja tak kalah sarkas. Dia segera membawa Mentari menuju halaman rumah Jingga. “Lo akan menyesal karena udah bicara nggak sopan sama gue, anak kecil,” lanjut Senja, memutuskan untuk menggunakan bahasa tidak baku juga terhadap Mentari yang sedang mengamuk hebat.
109.6K viewsOngoingAdded to Library 335 Times as sejenak
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status